TPT Rusak Parah, Puluhan Rumah di Majalengka Terancam Tergerus
MAJALENGKA, iNews.id - Ancaman abrasi menghantui setidaknya 20 kepala keluarga (KK) di Desa/Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kondisi seperti itu menyusul rusaknya Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ada di tepian Sungai Cimanuk.
Kuwu (Kades) Jatitujuh Abdul Kohar Mudzakar mengatakan, TPT yang berada di Sungai Cimanuk itu mengalami kerusakan sekitar 7 meter. Derasnya arus Cimanuk, diduga kuat menjadi pemicu rusaknya TPT itu.
"Panjang TPT yang rusak sekitar 7 meter. Imbasnya ada 20 an rumah yang terancam. Yang tingkat kerawanannya paling parah mah ada empat rumah," kaya dia kepada MPI, Minggu (28/11/2021).
Dijelaskannya, ancaman abrasi itu berawal dari 2008 lalu. Pascaterjadi abrasi yang menggerus sejumlah rumah, dilakukan pengurukan tanah di daerah rawan itu.
"Nah sekarang, tanah urukan itu kembali turun, amblas gitu. Yang parahnya, TPT nya juga rusak, ada pecah-pecah gitu," ujar dia.
"Kami sudah sampaikan ini kepada pemerintahan yang ada di atas, dalam hal ini kecamatan," kata dia.
Salah satu warga, Sarpoed mengatakan, kondisi TPT yang rusak memicu kekhwatiran warga sekitar setiap kali turun hujan. Pasalnya, dengan kondisi TPT yang sudah pecah, bisa saja akhirnya jebol yang berakibat pada amblesnya lahan yang ada di sekitarnya.
"Kalau jarak dari rumah ke sungai memang lumayan jauh. Tapi kalau jarak rumah ke tanah yang tergerus abrasi, itu sangat dekat. Dan itu yang membuat waswas, apalagi sekarang kan baru masuk musim hujan, belum puncaknya," tuturnya.
Dijelaskannya, abrasi besar pernah terjadi pada 2008 silam. Saat itu, abrasi membuat banyak bagian rumah milik warga yang rusak.
"Setelah itu, dibikinlah TPT. Tapi sekarang kondisinya sudah rusak. Amblesnya (tanah) mah nggak sekaligus sih, tapi kalau hujan besar terus sampai TPT ini runtuh, ya mungkin saja akan ambles besar. Dan ini saluran Cimanuk kan besar," kata dia.
Sementara, pantauan MPI, tampak di salah satu titik, TPT dalam kondisi terputus dan condong ke arah sungai. Putusnya TPT itu, membentuk cekungan sebagai aliran air dari permukiman ke arah sungai. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin mempercepat TPT ambruk.
Editor: Asep Supiandi