Terdampak Pergerakan Tanah, Belasan Kepala Keluarga di Bogor Terpaksa Mengungsi
BOGOR, iNews.id - Belasan rumah warga Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor rusak akibat pergerakan tanah, beberapa di antaranya nyaris ambruk. Bahkan tanah di kawasan tersebut terbelah sepanjang setengah kilometer. Petugas pun telah mengungsikan para penghuni rumah dan melokalisasi area.
Sedikitnya tujuh rumah rusak parah lantaran lantainya terbelah, serta dinding dan atapnya rontok. Sejumlah rumah lainnya mengalami rusak ringan. Tidak hanya itu, sebagian jalan permukiman juga retak menganga hingga radius setengah kilometer. Akibatnya 52 jiwa dari 15 kepala keluarga terancam dan harus diungsikan lantaran rumahnya rawan ambruk.
Warga mengaku dinding rumahnya mulai retak sejak Januari silam. Mereka lalu meminta aparatur wilayah setempat memasang pondasi penahan di tebing Sungai Cileungsi, tak jauh dari permukiman. Namun permintaan warga belum dipenuhi hingga tanah di kampungnya terus bergeser semakin parah.
"Dari Januari waktu tahun baru mulai ada pergerakan. Semakin ke sini semakin parah, terus ada pergerakan. Material bangunan sering berjatuhan setiap hari," kata Eri, salah satu warga yang rumahnya rusak parah, Jumat (29/5/2020).
Warga pun terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat yang lebih aman sejak 25 Mei 2020 lalu. Ada yang diberi bantuan untuk mengontrak, ada pula yang menumpang di rumah koleganya.
"Ini bukan khawatir lagi, benar-benar ngeri. Takutnya kan kejadian pas malam hari lagi tidur," tutur Eri.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Bogor segera merelokasi permukiman terdampak, lantaran puluhan rumah lainnya mulai retak dan terancam tebing yang berpotensi longsor. Sementara aparat setempat bersiap mengungsikan warga lainnya jika diperlukan.
"Yang terparah sudah diungsikan. Untuk yang lain-lainnya masih kita lihat kemungkinan-kemungkinan selanjutnya. Ikhtiar kita sejauh ini sudah maksimal untuk pengamanan jiwa," kata Lurah Gunung Putri, Damanhuri, saat meninjau lokasi.
Editor: Rangga Permana