Tanah Retak di Garut Mengkhawatirkan, Ratusan Warga Dievakuasi

Ii Solihin, Antara ยท Kamis, 31 Oktober 2019 - 19:35 WIB
Tanah Retak di Garut Mengkhawatirkan, Ratusan Warga Dievakuasi
Warga mengecek retakan tanah di Kampung Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa Barat. (Foto: iNews/Ii Solihi)

GARUT, iNews.id – Ratusan warga Kampung Sukasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Garut dievakuasi akibat bencana tanah retak semakin mengkhawatirkan dan bisa memicu longsor.

Bencana yang sudah terjadi sejak beberapa hari lalu itu mengancam 50 rumah yang dihuni 60 kepala keluarga atau 240 jiwa karena rumahnya berada di sekitar lokasi pergerakan tanah.

“Retakan tanah sudah cukup mengkhawatirkan, posisinya juga berada di lereng tebing jadi kita evakuasi yang dekat lokasi retakan,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Kamis (31/10/2019).

Helmi mengatakan, bencana tanah retak di wilayah itu sudah mengkhawatirkan, sehingga perlu upaya antisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa menimpa warga sekitar.

Menurut dia, retakan tanah itu bisa berpotensi terjadinya tanah longsor dan mengancam bahaya bagi rumah warga yang berada di sekitar retakan tanah atau di bawah tebing.

“Saya perintahkan untuk melakukan evakuasi, karena khawatir terjadinya longsor akibat retakan tanah,” kata Helmi.

Dia mengaku telah menginstruksikan langsung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk memantau langsung daerah terdampak retakan tanah.

“Saya sudah menugaskan BPBD, Dinas Sosial untuk langsung melakukan pengecekan lapangan,” katanya.

Bencana retakan tanah tidak hanya mengancam permukiman rumah penduduk, tetapi telah merusak areal pemakaman umum, akibatnya puluhan makam terpaksa harus dipindahkan warga secara gotong royong ke tanah wakaf lainnya yang masih satu desa.

Retakan tanah itu memiliki lebar yang berbeda-beda di beberapa titik, untuk di titik tertentu mencapai 30 sentimeter dengan kedalaman sekitar 4,5 meter dan memanjang hingga seratusan meter.

“Saat ini warga memang khawatir dengan retakan tanah ini, takutnya ada longsor besar,” kata Ketua RW 04 Kampung Sukasari, Kecamatan Cikajang Abdurrahman.

Dia menuturkan, retakan tanah sudah melanda areal perkebunan dan pemakaman umum tidak jauh dari permukiman rumah penduduk yang awalnya retakan kecil kemudian membesar dan memanjang.


Editor : Kastolani Marzuki