Surili, Monyet Langka Endemik Jawa Barat Berkeliaran di Cibeber Cianjur 2 Bulan Terakhir

Antara · Jumat, 17 Januari 2020 - 15:53 WIB
Surili, Monyet Langka Endemik Jawa Barat Berkeliaran di Cibeber Cianjur 2 Bulan Terakhir
Surili, primata endemik Jawa Barat. (Foto: Istimewa/ksdae.menlhk.go.id)

CIANJUR, iNews.id – Surili atau Presbystis comata, primata endemik Jawa Barat, ditemukan berkeliaran di sejumlah tempat di Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Monyet langka yang menjadi maskot PON 2016 lalu di Bandung, sudah terlihat di desa tersebut sejak dua bulan terakhir.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Sukarahaja Budi Komara mengatakan, dari laporan warga, ada tiga ekor surili yang berkeliaran. Kehadiran primata langka yang merupakan kerabat dekat lutung abu itu membuat warga setempat heboh.

“Primata langka tersebut terlihat di sejumlah tempat dan terakhir sempat berkeliaran di atas atap balai desa,” kata Budi Komara, Kamis (16/1/2020).

 

BACA JUGA:

7 Fakta Sindikat Jual Beli Satwa Langka, Tawarkan Kanguru hingga Beruang Madu

Wisata Cianjur, Kunjungi Kebun Raya Cibodas Ada Koleksi Bunga Langka

 

Budi mengatakan, warga pertama kali melihat tiga ekor surili saat mencari buah di sekitar makam di Kampung Pasirdogong, Desa Sukaraharja. Lokasinya terletak di belakang kantor desa.

“Salah satunya berukuran besar dengan tinggi sekitar 60 centimeter dengan bulu warna putih dan hitam. Dua ekor lainnya berukuran kecil, sekitar 40 centimeter dengan warna yang hampir sama,” katanya.

Surili, primata endemik Jabar yang dijadikan maskot PON XIX terlihat berkeliaran di atap balai Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jabar, sejak dua bulan terakhir (Foto: Antara)
Surili, primata endemik Jabar yang dijadikan maskot PON XIX terlihat berkeliaran di atap balai Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jabar, sejak dua bulan terakhir (Foto: Antara)

 

Warga tidak mengetahui pasti asal muasal tiga ekor primata tersebut karena Desa Sukaraharja tidak memiliki hutan lindung. Surili biasanya ditemukan di hutan Taman Nasional Halimun-Salak dan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, dan Taman Nasional Ujung Kulon.

“Setahu kami habitat surili di hutan yang memiliki pohon tinggi seperti kawasan Gunung Gede-Pangrango dan hutan lain di Jabar. Kami berharap ada dinas atau instansi terkait untuk menangkap dan membawa kembali surili ke habitatnya,” kata Budi.

Surili, primata endemik Jawa Barat. (Foto: Istimewa/Aspinall Foundation)
Surili, primata endemik Jawa Barat. (Foto: Istimewa/Aspinall Foundation)

 

Sementara beberapa orang warga yang sempat melihat kehadiran primata langka tersebut mengaku tidak berani menangkap atau memberi makan. Sebab, warga mengetahui surili bukan satwa sembarangan.

“Kami juga mendapat kabar kalau seekor di antaranya memakan sabun di halaman rumah warga. Sementara yang kami lihat langsung ketiganya berebut buah mangga dari pohon di balai desa,” kata warga, Feri.

Feri menduga, ada orang yang memelihara primata langka itu. Namun, ketiga surili itu kemudian sengaja dilepaskan karena khawatir ketahuan memelihara satwa langka. “Mungkin saja sebelumnya ada yang pelihara karena takut kena undang-undang, sengaja dilepaskan,” katanya.


Editor : Maria Christina