Si Jago Merah Hanguskan Aset PT Grand Textile Senilai Rp1 Miliar

Agus Warsudi · Kamis, 12 November 2020 - 18:15:00 WIB
Si Jago Merah Hanguskan Aset PT Grand Textile Senilai Rp1 Miliar
Petugas Diskar PBB Kota Bandung memadamkan api yang membakar gudang kapas milik PT Grand Textile Industry. Foto/Diskar PB Kota Bandung

BANDUNG, iNews.id - Gudang kapas milik PT Grand Textile Industry di Jalan AH Nasution, Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat, hangus dilalap si jago merah, Kamis (12/11/2020). Akibatnya, aset senilai Rp1 miliar hangus terbakar.

Peristiwa ini pun tak menimbulkan korban baik luka maupun jiwa. Sampai saat ini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung belum memastikan api berasal dari hubungan arus pendek listrik atau faktor lain.

Luas gudang yang berisi kapas sekitar 2.800 meter persegi. Beruntung, api tak merembet bangunan gudang lain di pabrik tekstil yang juga menyimpan bahan mudah terbakar, sepeti kain dan benang.

Kasi Rescue Diskar PB Kota Bandung Yogi Mamesa mengatakan, petugas menerima laporan kebakaran yang melanda satu gudang milik PT Grand Textile Industry itu sekitar pukul 13.00 WIB.

Diskar PB lalu meluncur ke lokasi kejadian dengan menurunkan tiga unit Pancar Pusat, dua unit Pancar UPT Timur, satu unit Pancar UPT Barat, satu unit Pancar UPT Selatan, dua unit Water Tanker, satu unit Rescue, delapan unit Quick Respon, satu unit komando, dan satu unit Motoris.

"Berdasarkan keterangan saksi, Kepala Bagian Gudang PT Grand Textile Gunawan, api mulai terlihat sekitar puku 12.30 WIB. Awalnya, mereka sempat berupaya memadamkan api menggunakan hydrant. Namun, api tak kunjung padam dan terus membesar," kata Yogi.

Khawatir api merembet, ujar Yogi, kepala gudang lalu melapor ke Diskar PB. “Material di dalam gudang sangat mudah terbakar berupa kapas, sehingga api cepat membesar,” ujar dia.

Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan. Petugas Diskar PB saat ini tengah melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api di gudang tersebut. “Kisaran kerugian menurut keterangan pemilik pabrik sekitar Rp1 miliar,” tutur Yogi.

Editor : Agus Warsudi