Sensasi Horor di Rumah Film Pengabdi Setan Pangalengan Bandung
BANDUNG, iNews.id - Rumah milik pengusaha kebun teh di Kampung Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kota di Indonesia. Bangunan tua berarsitektur Belanda itu merupakan lokasi syuting film pertama Pengabdi Setan.
Rumah tua yang terbuat dari kayu dan sebagian beton di tengah perkebunan teh yang kini dikelola PTPN VIII itu memang ikonik. Berdiri sejak 1920-an dibangun oleh pengusaha Bosscha bersaudara, rumah bercorak Eropa tersebut kini jadi tempat wisata. Pengelola tidak mengubah bagian luar dan interior rumah.
Di belakang rumah, terdapat sejumlah makam orang Belanda. Pohon besar dengan akar yang telah menjuntai dan berusia lebih dari 100 tahun berdiri kokoh di halaman. Beberapa peralatan rumah tangga diletakkan di ruang tamu. Mesin ketik dan telepon tua, kursi, meja, televisi, dan perabotan tua terlihat di ruang tamu. Foto-foto tertempel di dinding rumah.
Sebuah poster besar dari kanvas bertuliskan Pengabdi Setan dan tokoh hantu ibu dalam film tersebut terpasang di halaman rumah. Untuk bisa masuk ke rumah Pengabdi Setan dan merasakan sensasi horor di bangunan tua itu, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp10.000 per orang.

Untuk menambah seru wisata horor di rumah itu, pengelola mempekerjakan orang mengenakan kostum hantu kuntilanak dan pocong. Mereka duduk dan berdiri di ranjang. Ada juga patung hantu duduk di kursi goyang.
Cosplay hantu ibu dengan lonceng kecil di tangan kanan yang menjadi sosok horor utama dalam film itu bisa diajak berswafoto. Ada juga patung kuntilanak berdiri di sudut lorong dekat kamar mandi. Bahkan patung hantu berbaju hitam ditempatkan di sumur.
Sensasi horor benar-benar terasa di rumah ini. Para pengunjung mengaku penasaran setelah mengetahui film Pengabdi Setan booming saat penayangannya. "Penasaran ingin melihat langsung dan merasakan seramnya rumah ini. Memang serem. Bulu kuduk merinding," kata Alex Husein, wisatawan asal Jakarta.
Vindo dan Raju, wisatawan asal Jakarta, mengungkapkan hal sama. "Penasaran. Karena filmnya juga kan booming banget. Ternyata tempatnya dijadikan tempat wisata. Kami penasaran ingin mengecek langsung ke lokasi. Setelah ke sini, masih berasa horor. Serem. Ditambah atribut-atribut itu, jadi kaya rumah horor, hantu," kata Vindo dan Raju.

Editor: Agus Warsudi