Sekeluarga di Majalengka Terlibat Prostitusi Online, Saling Jajakan ke Pria Hidung Belang

Inin nastain · Kamis, 29 April 2021 - 11:59:00 WIB
Sekeluarga di Majalengka Terlibat Prostitusi Online, Saling Jajakan ke Pria Hidung Belang
Salah satu tersangka praktis prostitusi online digelandang ke Mapolres Majalengka. (Foto: iNews.id/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Satu keluarga di Kabupaten Majalengka diduga terlibat dalam praktik prostitusi online. Parahnya lagi, satu sama lain saling menjajakan kepada setiap pria hidung belang melalui aplikasi MiChat.

Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Siswo DC Tarigan, mengatakan, pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan keluarga itu berawal dari informasi yang diterima petugas terkait ramainya praktik mesum di wilayah hukumnya. Berbekal laporan, petugas langsung melakukan penelusuran dengan cara menyamar sebagai konsumen.

"Dalam penyamaran, anggota kami mendapati dua orang perempuan di salah satu kostan di Kelurahan Majalengka Wetan. Salah satu perempuan yang berhasil ditangkap diketahui sebagai muncikari berinisial DA," kata Kasat saat ekspose di Mapolres, Kamis (29/4/2021).

Dia menjelaskan, dalam menjalankan prostitusi online ini, DA juga menawarkan adik kandungnya sendiri yang masih di bawah umur, yakni berusia 14 tahun. Namun dalam aplikasi daring disebutkan bahwa umurnya sudah 18 tahun.  

"Dia menawarkan adiknya sendiri dengan cara mengirim foto-foto di MiChat. Dia mengaku sudah menjalani bisnis tersebut selama dua bulan," ujar dia.

Fakta lainnya terungkap, DA tidak hanya sebagai muncikari. Dia juga kerap dijajakan suaminya sendiri berinisial HH untuk melayani pria hidung belang lainnya. 

"Ketika melakukan pemeriksaan terhadap DA, dia melayani open booking juga, ditawarkan suaminya sendiri. Jadi, mereka masih dalam satu keluarga, motifnya ekonomi," tutur dia.

Akibat perbuatannya, DA dijerat dengan Pasal 88 UU Nomor 35/2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindunan Anak Sub Pasal 296 KUHP, dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara.

Adapun bagi HH, petugas menjeratnya dengan UU RI Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Sub Pasal 296 KUHP jo Pasal 506 KUH, dengan ancaman paling lama 6 tahun penjara.

Editor : Asep Supiandi