Sekda Bandung : Pengemudi Ojol Boleh Angkut Penumpang

Agus Warsudi, Sindonews ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 09:28 WIB
Sekda Bandung : Pengemudi Ojol Boleh Angkut Penumpang
Pengemudi ojek online membawa penumpang. (Foto Ist).

BANDUNG, iNews.id - Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menyebut ojek online (ojol) di Kota Bandung, Jawa Barat boleh membawa penumpang. Namun syaratnya mereka menerapkan protokol kesehatan.

Ema mengatakan seharusnya para pengemudi ojol tak demonstrasi di depan Balaikota Bandung atau Kantor Wali Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (13/7/2020). Sebab, tuntutan mereka sudah diakomodasi dalam rapat terbatas (ratas) di ruang tengah Balai Kota Bandung.

Hasil ratas tersebut, angkutan online baik ojek maupun taksi, boleh kembali mengangkut penumpang dan tak perlu melakukan rapid test serta tes swab.

"Di dalam perwal (peraturan wali kota) hasil ratas itu (ojol-taksol boleh bawa penumpang) kan disampaikan. Kenapa hal ini tidak menjadi informasi yang dipakai oleh mereka. Ya bukan masalah mereka sekarang melakukan demo dan sebagainya, tapi saya hanya menyayangkan. Kalau mereka membaca isi berita hari Sabtu, seharusnya tidak perlu datang (unjuk rasa) ke sini," kata Ema kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

Ema mengatakan, rapid test dan tes swab untuk pengemudi ojol itu hanya imbauan kepada aplikator. Namun, imbauan itu ternyata dimaknai berbeda sehingga pengemudi ojol merasa terbebani.

"Namanya imbauan untuk kebaikan tapi malah jadi keberatan. Akhirnya sama pak Wali (Wali Kota Bandung Oded M Danial) tidak usah (rapid-swab test). Silakan jalan, bisa narik penumpang," ujar Sekda.

Syarat yang diberikan Pemkot Bandung kepada aplikator penyedia layanan angkutan penumpang berbasis dalam jaringan (daring), secara bertahap sudah dipenuhi. Saat ini, tinggal penerapan di lapangan dan konsistensi perlu dijaga.

"Prinsipnya mereka sudah tinggal jalan. Cuma kami minta konsisten seperti waktu simulasi. Mereka harus pakai pembatas, menyiapkan pelindung rambut untuk penumpang. Supaya tidak bersentuhan langsung dengan helm yang dipakai. Intinya jangan sampai ada sentuhan antara penumpang dengan driver," kata Ema.

Seperti diberitakan, ribuan pengemudi ojol demo di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (13/7/2020) pagi. Dalam aksinya itu, mereka menuntut Pemkot Bandung memberi izin mengangkut penumpang dan menolak tes Covid-19.

Berita Lain Bisa Dibaca di Sindonews.com: Dua Warga Bandung Dibegal di Pasteur, Korban Terluka


Editor : Faieq Hidayat