Ridwan Kamil Tegur Nakes RS Bayuasih yang Tolak Vaksinasi Covid via Tiktok

Agus Warsudi · Senin, 11 Januari 2021 - 13:00:00 WIB
Ridwan Kamil Tegur Nakes RS Bayuasih yang Tolak Vaksinasi Covid via Tiktok
Tenaga kesehatan tolak vaksin di aplikasi TikTok. Foto : Istimewa

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegur tenaga kesehatan (nakes) di RS Bayuasih Purwakarta yang menolak vaksinasi Covid-19 lewat aplikasi TikTok. Meski begitu, nakes tersebut tak bermaksud menolak vaksin, hanya bercanda.

"Saya sudah telusuri (nakes RS Bayuasih yang menolak vaksinasi Covid-19 di aplikasi TikTok). Itu main-main. Untuk mengobati stres mereka main TikTok. Setelah ditelusuri tidak diniatkan (menolak vaksinasi Covid-19) tapi sudah kami tegur. Yang namanya hiburan meme jangan menggunakan isu yang sedang sensitif sehingga diterjemahkan orang sebagai serius dan akhirnya menimbulkan opini-opini yang tidak perlu," kata Ridwan Kamil seusai rakor Covid-19 di Mapolda Jabar, Senin (11/1/2021).

Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil ini mengemukakan, dalam situasi pandemi Covid-19, orang-orang lelah dan stres. Namun, hindari mencari hiburan-hiburan dengan menggunakan isu-isu sangat sensitif seperti itu.

"Mohon tidak diulangi lagi ya. Itu (nakes main Tiktok menolak vaksinasi Covid-19) adalah contoh-contoh pelanggaran yang diharapkan tidak terjadi lagi," ujar Kang Emil.

Selain kasus itu, tutur Gubernur Jabar, Satgas Covid-19 Jawa Barat juga menjatuhkan sanksi penutupan terhadap pengelola water boom di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pasalnya, pengelola membuka tempat usahanya dengan memberikan diskon sehingga terjadi kerumunan masyarakat.

"Di Cikarang, Bekasi ada waterboom tidak menaati protokol kesehatan karena memberikan diskon. Akibatnya (pengunjung) berjubel. Kami hukum, kita tutup," tutur Gubernur. 

Kang Emil mengatakan, kasus waterboom di Cikarang ini diharapkan menjadi pelajaran agar tempat wisata lain mematuhi protokol kesehatan. Apalagi saat ini beberapa daerah di Jabar tengah menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional selama 14 hari dari 11 Januari hingga 25 Januari 2021. 

"Saya harap ketegasan Forkopimda menjadi pelajaran kepada pemilik usaha agar menaati aturan. Kami tidak nyaman dengan keputusan membatasi aktivitas warga karena akan mengurangi rezeki. Tapi dalam situasi ini harus dipermaklumkan," kata Kang Emil.

Diketahui, membludaknya pengunjung waterboom di Cikarang, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial. Dalam video itu terlihat warga memadati tiap sudut waterboom

Para pengunjung mulai dari anak-anak, remaja, desa, hingga orang tua terlihat memadati kolam renang. Mereka tampak menikmati fasilitas tempat tersebut tanpa mempedulikan protokol kesehatan.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: