Ridwan Kamil Sebut Penanganan Covid-19 Bodebek Tunggu Keputusan PSBB DKI Jakarta

Agung Bakti Sarasa, Sindonews ยท Minggu, 13 September 2020 - 08:32 WIB
Ridwan Kamil Sebut Penanganan Covid-19 Bodebek Tunggu Keputusan PSBB DKI Jakarta
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertemu dengan KSAD Jenderal Andika Perkasa dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy. (Foto Ist).

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunggu finalisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan di DKI Jakarta. Sebab hal itu untuk memutuskan kebijakan penanganan Covid-19 di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek).

Ridwan Kamil menyatakan kebijakan di Bodebek akan menyesuaikan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Terlebih, saat ini, sekitar 70 persen penyebaran Covid-19 terjadi di Bodebek yang notabene berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Meski begitu, bukan berarti Bodebek akan memberlakukan PSBB ketat.

"Apa pun yang diputuskan oleh DKI Jakarta, Jawa Barat di zona Bodebek ini akan menyesuaikan. Tapi, definisi menyesuaikan itu bukan berarti jawabannya pengetatan PSBB juga karena di Jawa Barat selama ini sudah melakukan pembatasan sosial berskala mikro dan itu efektif," katanya seusai rapat virtual bersama menteri Kabinet Kerja, Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur Banten, dan pihak terkait lainnya dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (12/9/20) malam.

Oleh karenanya, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan, Pemprov Jabar akan menunggu keputusan akhir terkait PSBB yang diambil Pemprov DKI Jakarta. Dia pun akan berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah Bodebek sebagai hal utama yang harus dilakukan sebelum mengeluarkan kebijakan.

"Jadi, kami menunggu saja finalisasi keputusan Jakarta. Lalu saya akan menyesuaikan dengan cepat dan akan dirapatkan dengan wali kota/bupati Bodebek. Kita memang harus koordinasi betul-betul, jangan sampai melakukan kebijakan baru kita berkoordinasi," kata Kang Emil.

Kang Emil juga kembali menekankan pentingnya memandang pandemi Covid-19 lewat kaca mata kemanusiaan dan ilmiah dengan mengutamakan nilai tolong-menolong, toleransi, saling memahami, termasuk saling mendoakan.


Editor : Faieq Hidayat