Ridwan Kamil Putuskan PSBB Bodebek Diperpanjang hingga 16 Juli, Ini Alasannya

Agung Bakti Sarasa, Sindonews ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 09:33 WIB
Ridwan Kamil Putuskan PSBB Bodebek Diperpanjang hingga 16 Juli, Ini Alasannya
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Foto: iNews/Juhpitameilana)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memutuskan untuk memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) hingga 16 Juli. Kebijakan itu mengikuti langkah DKI Jakarta karena sebagai penyangga Ibu Kota.

Alasan Ridwan Kamil memperpanjang PSSB tersebut karena data epidemiologi yang menyatakan wilayah Bodebek masih berstatus zona kuning atau level 3.

"Kesimpulannya, PSBB proporsional Bodebek diperpanjang 14 hari karena dari catatan epidemiologi kita, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok masih Zona Kuning," ujarnya di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu (1/7/2020).

Dia melanjutkan, berdasarkan catatan epidemiologi tersebut, pihaknya belum memiliki keyakinan untuk mengeluarkan kebijakan relaksasi di wilayah Bodebek. "Epidemiologi dengan wilayah DKI Jakarta pun masih dinamis, fluktuatif, dan belum bisa terprediksi," katanya.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, kata dia juga menggelar rapat evaluasi dengan pemerintah daerah di wilayah Bodebek melalui video conference. Dalam rapat itu, angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19 di Bodebek rata-rata di bawah angka 1, kecuali Kota Depok yang ada di angka 1,1.

Sementara Kota Bogor memiliki angka Rt paling kecil di antara daerah Bodebek lainnya, yakni 0,33.

"Kemudian evaluasinya, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi sudah di bawah 1, tapi Kota Depok yang agak rawan angka reproduksi COVID-19-nya di atas 1. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," ucap dia.

Pria disapa Kang Emil itu menekankan, angka Rt tidak menjadi patokan satu-satunya penentu level kewaspadaan. Terdapat sembilan indikator yang dinilai, yakni laju ODP, PDP, perkembangan pasien positif, kesembuhan, kematian, Rt, laju transmisi, dan laju pergerakan, serta risiko geografis.

"Untuk menekan angka Rt di Bodebek, kita akan fokus melakukan pengetesan (tes COVID-19) selama 14 hari masa perpanjangan PSBB proporsional ini," ucap Kang Emil.


Editor : Faieq Hidayat