Masih Zona Kuning Covid-19, Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB 14 Hari

Antara ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 21:30 WIB
Masih Zona Kuning Covid-19, Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB 14 Hari
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan seusai rapat evaluasi PSBB daerah se-Jawa Barat secara virtual di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2020). (Foto: Antara)

CIBINONG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, kembali memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, setelah berakhirnya PSBB tahap lima pada 2 Juli 2020. Sebab, wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) masih berstatus kuning penularan virus Covid-19.

"Gubernur (Ridwan Kamil) mengarahkan agar PSBB proporsional dari 3 Juli," ujar Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan seusai rapat evaluasi PSBB daerah se-Jawa Barat secara virtual di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2020).

Menurut Iwan, perpanjangan PSBB ini terjadi khusus bagi wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bekasi) karena masih berstatus zona kuning penularan virus corona.

Meski angka rata-rata penularan di seluruh wilayah Jawa Barat sudah di bawah satu, tapi Gubernur Ridwan Kamil meminta penerapan normal baru di wilayah Bodebek ditangguhkan.

"Kabupaten Bogor, Rt sudah berada pada angka 0,66. Sudah di bawah satu, tapi karena masih zona kuning, gubernur mengarahkan agar PSBB proporsional," katanya.

Namun, menurut Iwan, pada PSBB tahap enam ini akan banyak pelonggaran dari segi aturan, seperti pembukaan tempat-tempat wisata maupun usaha dan pondok pesantren. Tapi, untuk sekolah formal, masih dilakukan menggunakan sistem daring.

Khusus pesantren, dibuka dengan menyesuaikan zona di masing-masing desa. “Kan di Kabupaten Bogor juga ada zona hijaunya. Kalau ponpes yang berada di zona merah, sepertinya juga tidak (dibuka) dulu," kata Iwan.

Dia menyebutkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor segera menyusun aturan PSBB tahap enam.

"Perpanjangannya mulai 3 Juli pukul 00.00 WIB sudah berlaku. Makanya sedang disusun, mana tempat wisata atau usaha yang boleh buka atau tidak," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki