Ratusan Warga Sukabumi Keracunan Makanan, 2 Orang Tewas

Indra Firdaus ยท Kamis, 12 September 2019 - 17:55 WIB
Ratusan Warga Sukabumi Keracunan Makanan, 2 Orang Tewas
Korban keracunan makanan massal di Sukabumi, Jawa Barat masih dirawat di RSUD Pelabuhanratu. (Foto: iNews.id/Indra Firdaus)

SUKABUMI, iNews.id –Ratusan warga Kampung Pangkalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat muntah-muntah diduga keracunan setelah menyantap makanan acara tahlilan memperingati 100 hari meninggalnya salah satu warga di kampung itu, Rabu (11/9/2019) malam.

Peristiwa itu mengakibatkan dua orang tewas dan ratusan lainnya dirawat di puskesmas dan rumah sakit. Kedua korban yakni, Rendy (9) meninggal saat dirawat di RSUD Pelabuhanratu dan Dewi (37) di RSUD Sekarwangi.

Hingga Kamis (12/9/2019) sore, sebanyak 142 korban keracunan dirujuk ke beberapa rumah sakit. Rinciannya, 24 orang dirujuk ke RSUD Pelabuhanratu, 20 orang dirawat di RSUD Sekarwangi dan sisanya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.

Korban keracunan, Herawati mengaku, hampir semua warga di desanya makan nasi uduk yang diberi tuan rumah acara 100 hari meninggalnya keluarga mereka.

“Saya makan pagi. Itu pun sedikit. Malamnya sekitar jam 12 an (malam) banyak warga yang mengeluh sakit, mual, dan pusing,” katanya.

Herawati mengaku masih merasakan pusing kepala dan perut mual. “Sekarang masih merasa mual dan pusing. Mudah-mudahan bisa cepat sembuh ya,” katanya.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, kasus keracunan itu masih diselidiki dengan meminta keterangan korban dan tuan rumah hajatan tahlilan. “Petugas juga sudah mangambil keterangan dari warga yang mengadakan acara tahlilan,” katanya.

Menurut Kapolres, sampel makanan berupa nasi uduk yang diduga memicu keracunan massal itu sudah dikirim ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung untuk diteliti. “Sudah. Sampel makanan sudah langsung dikirim ke BBPOM Bandung untuk d cek penyebabnya,” katanya.

Kapolres mengimbau warga apabila masih mengalami pusing, mual-mual dan sakit perut segera berobat ke puskesmas terdekat karena tidak menutup kemungkinan ada warga yang di luar Bantargadung yang ikut keracunan.


Editor : Kastolani Marzuki