Puluhan Warga 2 Desa di Sukabumi Keracunan Keong Sawah, 1 Orang Tewas

Kastolani, Antara ยท Selasa, 24 Juli 2018 - 22:41 WIB
Puluhan Warga 2 Desa di Sukabumi Keracunan Keong Sawah, 1 Orang Tewas
Puluhan warga di Sukabumi, Jawa Barat keracunan seusai menyantap makanan keong sawah. (Foto: Dok.iNews.id)

SUKABUMI, iNews.id – Satu orang tewas dan puluhan warga di Kampung Kebonkawung, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat harus dirawat di rumah sakit diduga akibat keracunan seusai menyantap tutut (keong sawah).

Korban tewas, yakni Muhammad Tamrin (18) warga RT 23 RW 4 Desa Citamiang. Korban mengembuskan napas terakhirnya, Selasa (24/7/2018) sore setelah sehari dirawat di Rumah Sakit Betha Medika Cisaat.

"Sebelum meninggal dunia korban sempat dirawat di RS Betha Medika Cisaat sejak Senin (22/7/2018), tetapi nyawanya tidak tertolong," kata Kades Citamiang Ajang Sihabudin di Sukabumi, Selasa (24/7/2018).

Ajang menuturkan, kasus dugaan keracunan massal tersebut berawal pada Minggu sore. Saat itu, korban dan puluhan warga lainnya membeli tutut dari pedagang keliling. Namun pada malam hari, mereka mulai merasakan pusing kepala dan muntah-muntah.

Keesokan harinya, kondisi puluhan warga yang menyantap tutut itu semakin parah. Hingga malam ini, sudah ada 26 warga yang harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisi tubuhnya melemah diduga keracunan kuliner tutut tersebut.

Tidak hanya di Desa Citamiang, keracunan tutut juga melanda desa tetangganya, yakni Desa Sukamanis dengan jumlah warga yang mengalami gejala keracunan sebanyak delapan orang, lima di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

"Pengakuan dari warga yang membeli dan menyantap tutut tersebut malamnya baru terasa pusing, mual dan buang air besar terus menurus," kata Kades Sukamanis Ade Irawan.

Hingga saat ini, Muspika Kadudampit masih melakukan penyisiran terkait keracunan massal di dua desa tersebut. Sementara Polres Sukabumi Kota saat ini sedang melakukan visum terkait kematian seorang warga usai menyantap tutut tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki