PVMBG: Waspada, Bencana Tanah Longsor Ancam Jawa Barat hingga Mei 2021

Agung Bakti Sarasa ยท Selasa, 19 Januari 2021 - 21:15:00 WIB
PVMBG: Waspada, Bencana Tanah Longsor Ancam Jawa Barat hingga Mei 2021
Tim SAR gabungan tak kenal lelah mencari korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cimanggung, Sumedang. (Foto: Basarnas Bandung)

BANDUNG, iNews.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi, bencana tanah longsor masih mengancam Provinsi Jawa Barat hingga Mei 2021. Prediksi itu didasarkan atas prakiraan musim hujan baru berakhir pada bulan itu.

Selama musim hujan berlangsung, warga Jabar di wilayah dengan topografi lahan miring mewaspadai potensi bencana alam tanah longsor tersebut.

"Peristiwa longsor ini berpotensi terjadi karena hujan diprediksi terus turun hingga Mei 2021," kata Koordinator Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Agus Budianto, Selasa (19/1/2021).

Sementara itu, Manajer Pusdalops dan Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan, tanah longsor menjadi bencana paling sering terjadi di Jabar selama 2020 lalu. "Ada 843 bencana tanah longsor selama 2020," kata Budi.

Menurutnya, selama 12 bulan ke belakang, tercatat sebanyak 1.846 bencana alam terjadi di Jabar. Selain longsor, bencana lain, puting beliung 461 kali, banjir 279 kali, dan kebakaran rumah 201 kali.

Budi mengemukakan, Oktober 2020 menjadi bulan dengan kejadian bencana paling banyak, mencapai 270 peristiwa. Disusul Februari 250 bencana, dan Desember 239 bencana. "Kejadian ini berdampak pada 910.227 orang. Sebanyak 64 orang meninggal dunia," ujarnya.

Diketahui, bencana longsor terjadi di Jabar. Terakhir, Selasa (19/1/2021) bencana longsor mengakibatkan banjir bandang di kawasan Gunung Mas, Puncak, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Sedikitnya 900 jiwa terdampak akibat kejadian itu.

Sebelumnya, bencana longsor juga terjadi di Kampung Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Bencana yang terjadi pada Sabtu (9/1/2021) lalu itu mengakibatkan 40 korban meninggal dunia.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: