Purwakarta Tak Ikut Vaksinasi Serentak Tahap Pertama

Asep Supiandi ยท Selasa, 12 Januari 2021 - 14:30:00 WIB
Purwakarta Tak Ikut Vaksinasi Serentak Tahap Pertama
Ilustrasi

PURWAKARTA, iNews.id - Kabupaten Purwakarta tidak masuk wilayah yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 serentak pada 14 Januari 2021. Vaksinasi Covid-19 di Purwakarta akan dilaksanakan bersama tujuh kabupaten/kota yang tidak menerapkan PPKM atau PSBB proporsional pada tahap kedua.

Perubahan agenda vaksinasi tersebut secara tidak langsung telah memberikan keleluasaan waktu bagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Kelonggaran waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi vaksin secara maksimal. Sebab, sampai saat ini GTPP Covid-19 Purwakarta belum menerima jadwal pasti waktu vaksinasi gelombang kedua. 

"Duka tah (belum tahu) kapan jadwal vaksinasi gelombang kedua," kata Ketua Harian GTPP Covid-19 Purwakarta, Iyus Permana, Selasa (12/1/2021).

Jadinya, kata dia, vaksin Covid-19 tidak didrop untuk agenda vaksinasi serentak pada 14 Januari 2021. Pernyataan Iyus sekaligus menjawab infromasi beredar yang menyebutkan bahwa Vaksin Sinovac telah berada di Purwakarta dan siap digunakan. 

Sebelumnya GTPP Covid-19 Purwakarta sudah mempersiapkan tempat penyimpanan serta pengamanan ketat untuk distribusi Vaksin Sinovac dari Bio Farma. Termasuk menyiapkan 20 puskesmas sebagai lokasi droping dan lokasi penyimpanan vaksin. Bahkan, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, kala itu menyatakan siap untuk yang pertama divaksin Covid-19. 

Ketika itu dia juga menyebutkan, vaksinasi tahap awal akan dilakukan pada tenaga kesehatan dengan target 4.000 orang. "Hari ini, baru masuk entry data sebanyak 3.700 tenaga kesehatan (nakes).

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi penyebaran pandemi yang sejauh ini belum juga hilang. Pendistribusian vaksin pun sudah mulai dilakukan ke seluruh Indonesia baik melalui jalur darat maupun jalur udara.

Rencananya, vaksinasi akan dilakukan selama dua bulan yakni Januari dan Februari. Sebelumnya, dari provinsi sudah mengecek lokasi penyimpanan vaksin dan dikatakan layak sehingga akan segera didistribusikan.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: