Puluhan Siswa di Depok Terserang Hepatitis A, Dinkes Ambil Sampel Darah dan Lingkungan

Iyung Rizky ยท Rabu, 20 November 2019 - 12:08 WIB
Puluhan Siswa di Depok Terserang Hepatitis A, Dinkes Ambil Sampel Darah dan Lingkungan
Kepala sekolah SMP N 20 Depok Jawa Barat memberikan keterangan terkait siswanya yang teserang penyakit Hepatitis A. (Foto: iNews/Iyung Rizky)

DEPOK, iNews.id - Wabah penyakit Hepatitis A menyerang puluhan siswa di SMP N 20 Depok di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Dinas Kesehatan Kota Depok berikan perhatian khusus.

Wabah ini diketahui saat para siswa banyak yang tidak masuk sekolah dalam waktu yang bersamaan. Menurut Kepala Sekolah SMP N 20, Qomar Suparman, kejadian bermula saat apel bendera, Senin (11/11/2019), ada lebih dari 60 siswa yang sakit.

“Saat itu, sekolah tidak menduga yang jika muridnya terkena penyakit macam-macam,” katanya.

Keesokannya, Selasa, (12/11/2019), murid yang sakit bertambah. Beberapa orang tua melaporkan ke sekolah jika anaknya terindikasi terserang penyakit Hepatitis A.

Sekolah melaporkan kejadian ini ke puskesmas setempat, Rabu (13/11/2019) yang kemudian menindaklanjutinya dengan mendatangi sekolah untuk menginvestigasi.

Siswa-siswa lantas diperiksa oleh tenaga medis puskesmas, Kamis (14/11/2019). Hari selanjutnya, Jumat (15/11/2019) laporan anak yang sakit makin bertambah.

“Bahkan lebih dari 30 siswa sakit, dan kami bingung harus bagaimana,” katanya.

Dinas kesehatan yang sebelumnya dihubungi sekolah lantas datang untuk memeriksa sampel darah siswa, sampel lingkungan seperti air dan makanan kantin, Senin (18/11/2019).

Dinas Kesehatan juga memberikan penyuluhan kepada orang tua murid terkait penyakit ini.

“Hingga Senin (18/11/2019) ada 42 siswa yang sakit yang sudah positif dan dalam masa perawatan,” katanya.

Jika nantinya jumlah siswa yang sakit masih terus bertambah, dan dinas kesehatan merekomendasikan untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar, maka sekolah akan membuat surat kepada dinas pendidikan.

“Tapi saat ini belum ada sampai situ,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah