Produsen Kue Ini Bangkit dari Pandemi, Coba Peruntungan Lewat Citarasa Jadul

Arif Budianto ยท Minggu, 11 April 2021 - 10:14:00 WIB
Produsen Kue Ini Bangkit dari Pandemi, Coba Peruntungan Lewat Citarasa Jadul
J&C Cookies tahun ini membuat inovasi kue kering untuk mendongkrak penjualan saat pandemi. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Pandemi Covid-19 telah cukup meluluhlantakkan semua sendi ekonomi. Hampir semua sektor terdampak, tak terkecuali produsen kue kering asal Bandung yang namanya sudah cukup dikenal luas, J&C Cookies. Brand yang dinaungi PT Joyci Nusantara Cemerlang ini, terus berupaya bertahan selama pandemi. 

Menghadirkan berbagai inovasi produk agar pangsa pasar kue kering tak stagnan. Selain tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada. 

Apalagi jelang Ramadan dan Lebaran, produsen kue ini berharap besar, penjualan kue akan membaik. Karena diakui atau tidak, selama ini, penjualan terbesar kue kering terjadi saat Lebaran.

Untuk mendongkrak penjualan di tengah lesunya daya beli pada tahun ini, J&C Cookies mengusung tagline Selalu Ada yang memiliki banyak makna untuk semua orang di dalamnya. Menurut Chief Marketing Officer J&C Cookies Ricky Hermayanto, tagline ini komitmen produknya untuk terus menemani para pelanggan dalam semua situasi dan kondisi.

"J&C Cookies selalu ada untuk semua pelanggan setia, tidak hanya di saat bahagia, akan tetapi di saat sulit seperti sekarang ini," katanya, Minggu (11/4/2021). 

Menariknya, bila tahun lalu J&C Cookies merilis Empon-empon Cookies untuk variasi Nusantara Cookies, pada 2021 pihaknya kembali menghadirkan varian baru yaitu Bandrek, Bajigur, dan Melinjo. Kreasi baru ini dihadirkan J&C Cookies dengan tujuan untuk mengangkat kearifan lokal lewat produk-produknya.

"Tahun ini kami buat kreasi baru yang lebih inovatif dan mungkin tidak banyak ditemui pada produk-produk kue yang ada di luar sana. Dengan mengangkat kuliner jadul, harapannya variasi baru dari Nusantara Series ini bisa menjadi uniqueness," tutur Ricky.

Untuk variasi Bandrek dan Bajigur sendiri terbuat dari bahan dasar jahe yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kue ini akan terasa berbeda saat dimakan, ada citarasa jahe dalam bandrek dan bajigur. Atau citarasa melinjo yang sedikit khas. 

"Semoga kue ini bisa dikonsumsi oleh semua kalangan dan bisa menjadi solusi bagi mereka yang tidak terlalu suka jahe, tapi kini bisa menikmatinya dalam bentuk kue kering," tuturnya.

Selain menghadirkan varian baru Nusantara Series, menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri ini, J&C Cookies juga akan merilis produk kolaborasi bersama salah satu brand lokal, Calla The Label yaitu Nastar with Edible Flower, kukis yang berbahan dasar bunga atau edible flower.

Selain membuat inovasi produk, J&C Cookies juga mengubah strategi marketing. Ricky Hermayanto mengungkapkan, jika dalam pemasaran produk, J&C Cookies memiliki tiga strategi utama yang dijalankan. Pertama, efisiensi dari sisi pemasaran, kedua berpindah ke kanal penjualan digital, serta yang terakhir yakni melakukan langkah inovatif dengan menciptakan varian-varian baru.

"Jadi, di era pandemi ini kami harus benar-benar kreatif baik dari segi pemasaran dan cost,” katanya.

Jika sebelum pandemi Covid-19, strategi marketing J&C Cookies hanya terfokus pada awareness pasar, di saat seperti ini pihaknya lebih memilih fokus dengan menjalankan aktivasi pemasaran yang kreatif dan efisien.

"Sekarang bagaimana caranya setiap cost yang kami keluarkan untuk promosi itu jelas hitungannya. Jadi, kami pilih fokus di digital karena terukur. Misalnya saya ingin reach 10.000 orang, itu akan terlihat jelas di report digital-nya itu. Sekarang setiap bikin promo, kami akan hitung konversi ke sales-nya berapa,” tutur Ricky.

Walaupun harus melalui tahun yang berat, selama satu tahun ini J&C Cookies masih bisa menjadi rumah bagi semua karyawan-karyawannya. "Alhamdulillah, sampai detik ini J&C Cookies selalu ada dan menjadi pintu rezeki untuk semua karyawannya. Bahkan di saat pandemi seperti ini kami sama sekali tidak merumahkan satu pun karyawan," jelas Ricky. 

Editor : Asep Supiandi