Pria di Purwakarta Cabuli Adik Ipar, ketika Ditangkap Polisi Malah Mau Bunuh Diri

Asep Supiandi, Irwan ยท Jumat, 30 Juli 2021 - 17:56:00 WIB
Pria di Purwakarta Cabuli Adik Ipar, ketika Ditangkap Polisi Malah Mau Bunuh Diri
Seorang pria ditangkap karena mencabuli anak di bawah umur. (Foto: Ilustrasi/istimewa)

PURWAKARTA, iNews.id - Polisi menangkap seorang pria di Kelurahan Cipaisan, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, lantaran diduga telah mencabuli adik iparnya yang masih di bawah umur. Pelaku berisisial FBD ini nekat berbuat bejat lantaran terpengaruh video porno yang selalu ditontonnya.

Pada saat pemeriksaan polisi,  FBF nyaris saja bunuh diri dengan menggunakan pecahan kaca di dalam WC. Beruntung aksi bunuh diri tersebut dapat digagalkan oleh petugas, meskipun pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit akibat luka yang diderita.

"Pelaku berpura-pura hendak buang air ke WC, namun ternyata mau bunuh diri dengan cara melukai diri sendiri dengan kaca. Beruntung aksinya tersebut dapat digagalkan," kata Kanit PPA Polres Purwakarta, Aiptu Agus Permana, Jumat (30/7/2021).

Dia menyebutkan, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ini terungkap setelah orang tua korban mendapat keluhan dari anaknya yang kesakitan di bagian kemaluan. Setelah ditanya, korban mengaku telah dicabuli oleh FBD hingga membuat mereka geram.

Orang tua korban pun kemudian melaporkan kasus ini ke Unit PPA Polres Purwakarta. Setelah korban divisum dan dilakukan pemeriksaan, polisi kemudian menangkap FBD.

"Dalam keterangan korban, FBD sudah tujuh kali melakukan pencabulan yang mengiming-imingi korban dengan uang dan HP merek Oppo. Korban pun tergiur atas keinginan pelaku yang ingin berbuat tak senonoh," ujar dia.

Tindak asusila yang dilakukan pelaku dilakukan saat korban sedang sendiri di rumah. Orang tuanya sering meninggalkan anaknya sendirian. Kondisi seperti itu membuat pelaku dengan leluasa mencabuli korban, meski masih terikat saudara.

"Pelaku sering nonron video porno dan berselancar untuk mempraktikan adegan dalam video tersebut," ucap dia.

Pelaku saat ini harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan dijerat UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Editor : Asep Supiandi