PPKM Darurat seperti Tak Ada, Puluhan Ribu Buruh di Subang Berdesakan saat Keluar Pabrik

Yudy Heryawan Juanda · Senin, 05 Juli 2021 - 19:24:00 WIB
PPKM Darurat seperti Tak Ada, Puluhan Ribu Buruh di Subang Berdesakan saat Keluar Pabrik
Ribuan karyawan pabrik di Subang saat pulang kerja. (Foto: iNewsTv/Yudy Heryawan Juanda) 

SUBANG, iNews.id - Puluhan ribu buruh di Subang, berdesak-desakan di angkutan umum saat jam pulang kerja. Padahal Pemerintah Kabupaten Subang telah menerapkan PPKM Darurat untuk menekan tingginya angka penyebaran Covid-19.

Ironisnya, ketika pasar hingga pertokoan dibatasi aktivitasnya, sedangkan pabrik yang melibatkan puluhan ribu orang tersebut tidak ada pembatasan.

Pemandangan kerumunan buruh terpantau di salah satu pabrik sepatu. Diketahui pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 20.000 orang dan ketika pulang bekerja, mereka berdesak-desakan gerbang keluar dan ketika naik angkutan umum.

Tidak hanya itu, saat puluhan ribu buruh keluar pabrik sering menyebakan kemacetan yang cukup panjang di Jalan Kapten Hanafiah, Subang. Tidak terlihat adanya petugas dari Satgas Covid-19 yang melakukan penertiban. Padahal Pemkab Subang telah memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3-20 Juli 2021 mendatang.

Menurut Bupati Subang, Ruhimat, PPKM Darurat ini dilakukan untuk menekan angkat penularan Covid-19 yang saat ini jumlahnya semakin tinggi. Bahkan angka kematian akibat virus ini juga cukup tinggi. Diharapkan masyarakat dapat membatasi aktivitas seperti yang diatur dalam Surat Edaran PPKM Darurat.

"Pemerintah seharusnya bersikap demi keselamatan nyawa manusia, peredaran Covid ini masih sangat sulit diatasi. Setiap hari kita selalu mendengar innalillahi, dan Insya Allah sampai dengan 20 Juli nanti wabah bisa diatasi," kata Bupati, Senin (5/7/2021). 

Dia juga menegaskan, akan ada patroli terhadap semua lini untuk memastikan penerapan prokes. Sementara untuk pabrik kategori sektor esensial dalam bidang ekspor dan impor masih boleh beroperasi dalam PPKM Darurat ini.

Editor : Asep Supiandi