Polrestabes Bandung Siap Halau Pemudik Lebaran 2021
BANDUNG, iNews.id - Polrestabes Bandung siap menghalau pemudik Lebaran 2021 yang hendak masuk dan keluar Kota Bandung. Untuk itu, Polrestabes Bandung akan menyiapkan pos penyekatan di titik-titik pintu masuk atau keluar kota.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, jumlah titik penyekatan untuk menghalau pemudik belum ditentukan. Terkait larangan mudik itu akan dibahas dalam rapat Forum Komunkasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung pada Kamis (22/4/2021) besok.
"Belum tahu (jumlah pos penyekatan). Kita lihat besok. Intinya kami (Polrestabes Bandung) selalu siap," kata Kapolrestabes Bandung, Rabu (21/4/2021).
Kombes Pol Ulung mengemukakan, pos penyekatan terkait erat dengan jumlah personel yang akan dikerahkan, sarana, dan prasarana. Nanti, penyekatan tak hanya dilakukan di ruas jalan tol tapi juga jalur arteri. "Di pos penyekatan, selain kepolisian, dilibatkan pula personel dari instansi terkait," ujar Kombes Pol Ulung.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, terkait larangan mudik akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Forkopimda Kota Bandung. Namun, dipastikan pengamanan mudik lebaran diterapkan secara ketat. "Iya ketat, gak boleh (dilarang mudik), dari Bandung ke luar kota juga gak boleh," kata Wali Kota Bandung.
Disinggung soal tempat wisata yang dibuka, Mang Oded, sapaan akrab Oded M Danial, mengemkakan, Pemkot Bandung juga mewaspadai klaster penularan Covid-19 di tempat wisata.
Namun dari arahan pemerintah, protokol kesehatan (prokes) di tempat wisata harus diterapkan secara ketat. Objek-objek wisata dibuka hanya untuk warga dalam kota.
"Tempat wisata dibuka, Justru ini, nanti kita harus hati-hati terhadap wisata. Tempat wisata di dalam kota, hanya untuk warga bandung," ujar Mang Oded.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas mudik Lebaran tahun ini demi kemaslahatan (kebaikan) bersama. Kebijakan pemerintah itu bertujuan agar potensi penularan Covid-19 dapat ditekan.
Uu berharap, masyarakat Jabar mengatakan, kasus Covid-19 pun kerap mengalami peningkatan usai libur panjang.
"Oleh karena itu usahakan ikuti aturan pemerintah. Ingat tidak ada aturan pemerintah kecuali untuk kemaslahatan. Saya berharap, masyarakat bisa ikut apa yang dikatakan, dilarang mudik intinya," kata Uu di Bandung, Rabu (21/4/2020).
Menurut Uu, Pemprov Jabar intens memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Jabar, termasuk pemerintah provinsi yang berbatasan langsung dengan Jabar.
Dengan kolaborasi dan koordinasi yang kuat, Uu optimistis, mobilitas masyarakat pada periode larangan mudik, yakni 6-17 Mei 2021 mendatang dapat ditekan.
"Apakah itu jalur mudik yang berskala jalan protokol, jalan nasional, jalan kabupaten/kota, jalan provinsi bahkan jalan desa pun ada yang menjadikan proyek prioritas dalam pemantauan mudik," ujar dia.
Editor: Agus Warsudi