Polisi Tangkap Komplotan Pembobol Minimarket di Kabupaten Bandung Barat

Yuwono ยท Minggu, 26 Januari 2020 - 10:15 WIB
Polisi Tangkap Komplotan Pembobol Minimarket di Kabupaten Bandung Barat
Polsek Padalarang menangkap komplotan pembobol minmarket. (Foto: iNews.id/Yuwono)

BANDUNG BARAT, iNews.id – Polsek Padalarang meringkus komplotan pembobol minimarket yang meresahkan warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2020). Komplotan itu telah belasan kali membobol minimarket.

Komplotan ini berjumlah 3 orang. Saat beraksi, komplotan ini terlebih dahulu memantau keadaan di sekitar minimarket. Setelah itu, mereka memutus kabel kamera pengawas pengawas (CCTV) yang ada di sekitar lokasi. Setelah merasa aman, komplotan itu lalu menjebol atap minimarket dengan alat las khusus.

Aksi komplotan ini terungkap setelah salah satu pegawai minimarket yang menjadi sasaran di kawasan Cikamuning, Padalarang melapor ke polisi. Atas laporan tersebut, Satreskrim Polsek Padalarang melakukan perburuan terhadap komplotan tersebut.

Kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengendus keberadaan komplotan ini di kawasan Tagog, Padalarang. Namun, saat akan ditangkap, salah seorang anggota komplotan melakukan perlawanan, sehingga petugas menghadiahi timah panas ke kakinya.

Pelaku yang ditembak kakinya adalah Nyayang, pemimpin komplotan ini. Dia melakukan perlawanan yang membahayakan petugas kepolisian. Sementara dua rekannya, Muhaimin dan Ridwan diringkus petugas tanpa perlawanan.

“Pelaku berusaha kabur, makanya dari pihak kami melakukan tindakan tegas,” kata Kapolsek Padalarang, Kompol Supriati.

Dia mengatakan, kelompok ini tercatat telah belasan kali beraksi membobol minimarket. 9 Lokasi berada di wilayah hukum Polsek Padalarang, sementara sisanya di beberapa tempat di luar Padalarang.

Saat menangkap komplotan ini, kata dia, petugas kepolisian juga menyita barang bukti hasil kejahatan, di antaranya yang masih tersisa adalah ribuan bungkus rokok.

Polisi juga mengamankan alat las khusus yang digunakan komplotan ini untuk membobol minimarket, beserta sejumlah uang tunai dan sepeda motor.

“Kami jerat dengan pasal pencurian di KUHP dengan ancaman sampai 4 tahun penjara,” ujarnya.


Editor : Reza Yunanto