Polisi Hentikan Kasus Penipuan Dukun di Cirebon, Pelaku Kembalikan Uang Korban Rp110 Juta
CIREBON, iNews.id – Kasus dugaan penipuan berkedok pengobatan alternatif yang sempat dilaporkan ke Polsek Kaliwedi, Polresta Cirebon resmi dihentikan. Kedua belah pihak sepakat berdamai melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).
Kapolsek Kaliwedi AKP Sugiono mengatakan, mediasi dilakukan sesuai Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.
“Kami telah melaksanakan restorative justice sesuai Perpol Nomor 8. Pelaku menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan seluruh kerugian kepada korban. Kedua belah pihak juga sepakat berdamai demi pemulihan bersama,” ujar AKP Sugiono, Sabtu (26/7/2025).
Sebelumnya, seorang warga bernama Ikha Farikha melaporkan pria berinisial SI yang mengaku sebagai dukun asal Jawa Timur. SI menawarkan jasa pengobatan nonmedis dan meminta uang mahar sebesar Rp110 juta sebagai syarat ritual.
“Pelaku mengaku sebagai dukun dari Jawa Timur yang bisa menyembuhkan penyakit nonmedis. Namun korban diminta menyediakan uang mahar sebesar Rp110 juta untuk sajen yang katanya tidak akan digunakan oleh pelaku,” katanya.
Namun, setelah uang diserahkan, korban merasa ditipu dan membawa kasus ini ke polisi. Setelah proses penyelidikan dan pendekatan, pelaku bersedia mengembalikan seluruh kerugian. Korban pun mencabut laporan secara resmi.
“Karena telah ada pengembalian kerugian dan kesepakatan damai, kami hentikan proses penyidikan demi keadilan restoratif,” katanya.
Dengan diterapkannya Restorative Justice, perkara ini dianggap selesai tanpa perlu dilanjutkan ke meja hijau. Langkah ini diambil untuk memulihkan hubungan antara korban dan pelaku secara kekeluargaan.
Editor: Donald Karouw