Polisi Bentuk Timsus Selidiki Kasus Mayat Bocah dalam Kantong Plastik

Yuwono ยท Jumat, 08 Juni 2018 - 15:26 WIB
Polisi Bentuk Timsus Selidiki Kasus Mayat Bocah dalam Kantong Plastik
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana. (Foto: iNews/Yuwono)

CIMAHI, iNews.id – Hingga 1x24 jam pascapenemuan mayat bocah laki-laki dalam kantong plastik di kawasan Kertajaya, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), polisi masih kesulitan mengungkap identitas korban. Untuk itu, Polres Cimahi membentuk tim khusus (timsus) menyelidiki kasus yang telah menjadi perhatian publik dan meresahkan masyarakat tersebut.

“Fokus kami masih mencari identitas korban. Kami sudah membentuk timsus untuk kasus ini,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana, Jumat (8/6/2018).

Dia mengatakan, jenazah korban dijadwalkan akan segera menjalani proses autopsi pada hari ini. Autopsi akan dilakukan secara menyeluruh pada bagian luar dan dalam tubuh jenazah, untuk memastikan penyebab kematian, serta kemungkinan terjadinya tindak pidana.

"Kami masih menunggu hasil autopsi, memang ada bekas luka namun kami bekerja berdasarkan fakta-fakta,” ujar Rusdy.


Dia melanjutkan, belum ada laporan orang kehilangan dari warga yang berhubungan dengan kasus tersebut. Karena itu fungsi bintara pembina desa (Babinsa) serta bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkatibmas) akan dimaksimalkan untuk mencari informasi terkait info orang hilang di Padalarang.

Kasus penemuan mayat bocah yang identitasnya masih menjadi misteri itu pun menimbulkan keresahan masyarakat. Khususnya di wilayah Kertajaya, lokasi tempat kejadian perkara (TKP). “Kami harap polisi segera menangkap pelaku. Karena kasus ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami warga di sini tidak ada yang mengenalinya (korban),” kata Ketua RT setempat, Yati.

Pantauan iNews, lokasi penemuan mayat itu tepatnya di gang kanvas tampak lebih sepi dari aktivitas warga. Mereka terutama kalangan ibu-ibu merasa cemas dan takut keluar setelah peristiwa yang menggegerkan tersebut. Apalagi diketahui pelakunya kini masih bebas berkeliaran.

Sebelumnya, warga Padalarang digegerkan dengan penemuan mayat bocah laki laki dalam kantong plastik kresek di sebuah gang. Hasil identifikasi luar, korban diduga mengalami penganiayaan, karena terdapat sejumlah luka di sekujur tubuh termasuk memar di bagian kepala dan sayatan kaki.


Editor : Donald Karouw