Persiapan Belajar Tatap Muka di Kota Bandung Terus Dimatangkan

Adi Haryanto · Kamis, 18 Maret 2021 - 15:36:00 WIB
Persiapan Belajar Tatap Muka di Kota Bandung Terus Dimatangkan
Wawali Kota Bandung, Yana Mulyana. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempersiapkan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Salah satunya melalui simulasi di sekolah dan yang utama adalah program vaksinasi bagi para pengajar maupun anak didik. 

"Vaksinasi jadi yang utama dalam persiapan PTM. Itu sebagai bentuk ikhtiar ke para pengajar mau pun siswa," kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di SMP Negeri 7 Kota Bandung, Kamis (18/3/2021). 

Menurutnya, vaksin Covid-19 bisa meminimalisasi dampak dan risiko adanya penularan. Hasil komunikasinya dengan wali kota juga sepakat jika, vaksinasi harus jadi prioritas sebelum sebelum PTM mulai dilakukan di sekolah. 

Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan Kota Bandung juga sudah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi. Skenarionya kapasitas kelas hanya 50 persen dan para siswa-siswi yang berbeda kelas tidak berbarengan jam masuk dan saat pulang sekolahnya

"Jika satu kelas 28 siswa maka yang masuk 14 orang. Untuk jam misalnya, anak kelas 1 pukul 07.00 WIB, kelas 2 pukul 07.30 WIB, kelas 3 pukul 08.00 WIB. Jadi pulangnya juga beda untuk menghindari penumpukkan siswa," ujarnya. 

Dikatakannya, para siswa bisa bergantian masuk sekolah dan diupayakan materi yang diberikan dalam PTM dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dicampur. 

"Misal 14 orang masuk hari ini, besoknya tidak, gantian. Tapi kalau misalnya praktik harus tatap muka, tetap siswanya terbatas," tuturnya.

Kepala SMPN 7 Kota Bandung, Lukman Surya Saputra mengaku instrumen untuk pengisian kesiapan sekolah dalam PTM sudah diberikan. Saat ini pihaknya masih menunggu arahan pemerintah. Pihaknya pun telah menyiapkan sarana prasarana di lingkungan sekolah jika memang PTM dilakukan.

"Guru-guru di sini termasuk saya, enam orang, sudah divaksin tahap kedua. Mudah-mudahan sebelum Juli semuanya sudah selesai divaksin, sehingga PTM bisa diupayakan," kata dia. 

Editor : Asep Supiandi