5 Permainan Tradisional di Jabar yang Langka, Referensi bagi Anak Zaman Now

Asep Supiandi · Jumat, 01 Oktober 2021 - 18:04:00 WIB
5 Permainan Tradisional di Jabar yang Langka, Referensi bagi Anak Zaman Now
Permainan tradisional anak-anak di Jabar sarat akan makna dan nilai edukasi. (Foto: diskominfo purwakarta) 

3. Sondah atau Engklek

      Permainan tradisional Sondah ini umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Namun tidak sedikit anak laki-laki yang juga menggemari permaianan sondah ini. (Foto: diskominfo purwakarta)
Permainan tradisional Sondah ini umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Namun tidak sedikit anak laki-laki yang juga menggemari permaianan sondah ini. (Foto: diskominfo purwakarta)

Hampir di setiap daerah di tanah air memiliki jenis permainan tradisional ini. Kotak yang dibuat pun bermacam-macam bentuknya. Ada yang dinamai sondah palang, kincir, rumah, lingkaran dan lainnya. Meski bentuk dari permainan sondah berbeda-beda, namun aturan yang disepakati nyaris sama. Hanya istilah bahasa yang membedakan. 

Umumnya permainan tradisional ini dimainkan oleh anak-anak perempuan. Namun tidak sedikit anak laki-laki yang juga menggemari permaianan sondah ini. Cara bermain, setelah membentuk dua kelompok permainan ini pada umumnya dimainkan oleh anak perempuan. Pola gambar berbentuk kotak-kotak berpalang dibuat di tanah. 

Setiap pemain memegang sepotong pecahan genteng atau batu pipih, yang kemudian dilemparkan ke dalam kotak permainan. Pemain melompat- lompat dari kotak ke kotak berikutnya. Kotak yang berisi pecahan genting tidak boleh diinjak. Pemain dinyatakan kalah jika menginjak garis kotak atau bagian luar kotak. Pemain pertama disebut mi-hiji, kedua mi-dua, ketiga mi-tilu, dan seterusnya. 

4. Sapintrong

Bagi anak-anak perempuan di Jawa Barat, permainan sapintrong merupakan permainan tradisional yang sangat digemari. Selain dibutuhkan strategi maupun kekuatan fisik, para pemain pun dituntut untuk berlaku jujur dan sportif. Permainan diwali dengan menentukan dua orang yang harus menjaga kedua ujung tali atau karet. Setelah ditentukan petugas yang memegang karet dan urutan pemain, permaianan pun dilakukan dengan diawali lompatan biasa. 

Setelah semua pemain mendapat giliran, sistim atau aturan melompat, mulai dari awal memasuki putaran karet hingga cara melompat harus sesuai yang disepakati bersama. 

Selain dilakukan seorang diri, lompatan juga dilakukan oleh 2 sampai 3 orang. Biasanya, kesepakatan yang dilakukan antar pemain adalah jumlah lompatan dalam putaran karet yang harus dilakukan setiap pemain. Selain itu kesepakatan yang dilakukan adalah kecepatan karet yang diputar oleh dua orang pemain. 

Tidak ada istilah kalah dan menang dalam permainan ini bila dilakukan secara perorangan. Mereka yang tidak mampu melakukan kesepakatan aturan, dialah yang mendapat tugas memegang ujung karet dan mendapat perintah sesuai kesepakatan para pemain. Permainan ini biasanya dilakukan oleh tidak lebih dari 10 orang.

Editor : Asep Supiandi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: