Pengungsi di Pamanukan Subang Keluhkan Tak Ada Bantuan Makanan dan Pakaian

Yudy Heryawan Juanda · Rabu, 26 Februari 2020 - 18:00 WIB
Pengungsi di Pamanukan Subang Keluhkan Tak Ada Bantuan Makanan dan Pakaian
Ratusan warga Desa Sukamulya, Pamanukan, Subang mengungsi ke flyover akibat rumah mereka terendam banjir setinggi 1,5 meter, Senin (24/2/2020). (Foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id - Ribuan warga yang mengungsi di flyover, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengeluhkan kurangnya stok makanan hingga pakaian. Warga mengatakan bantuan justru datang dari instansi swasta dan individu.

"Belum ada bantuan dari pemerintah. Makanan nggak ada buat anak-anak," kata salah satu pengungsi Siti Romlah, Rabu (26/2/2020).

Romlah mengatakan para pengungsi juga belum mendapatkan selimut bagi warganya. Dia menyebut, pengungsi masih bertahan dengan bantuan seadanya dari warga yang lewat di flyover.

"Mie instan juga nggak ada, belum ada bantuan ini," ucapnya.

Sebelumnya, Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu mengatakan banjir di Subang meliputi Kecamatan Subang, Pamanukan, Purwadadi, Pusaka Jaya, Pusakanagara, dan Ciasem.

Di Kecamatan Subang, banjir meliputi wilayah Kampung Kreti di Kelurahan Dangdeur, menggenangi persawahan warga dan berdampak pada tiga keluarga yang terdiri atas 12 orang.

Di Kecamatan Pamanukan, banjir menggenangi 635 rumah di Desa Mulyasari, 100 rumah di Desa Rancasari, 230 rumah di Desa Lengkong Jaya, 280 rumah di Desa Pamanukan Hilir, 65 rumah di Desa Karang Mulya, 474 rumah di Desa Pamanukan. Banjir memaksa 2.819 orang mengungsi di Kecamatan Pamanukan.

​​​Selain itu, banjir menggenangi 29 rumah warga Desa Rancamahi dan 670 rumah warga Desa Kumendung di Kecamatan Purwadadi. Sebanyak 87 warga yang terdampak banjir di kecamatan itu mengungsi.

Banjir juga melanda Desa Randu di Kecamatan Pusaka Jaya serta Desa Ciasem Tengah dan Desa Dukuh di Kecamatan Ciasem.
​​​​​​​


Editor : Muhammad Fida Ul Haq