Penganiayaan Satu Keluarga di Depok, Ini Cerita Heroik Anak Bungsu yang Minta Bantuan Tetangga

Okezone.com ยท Sabtu, 11 Januari 2020 - 15:52 WIB
Penganiayaan Satu Keluarga di Depok, Ini Cerita Heroik Anak Bungsu yang Minta Bantuan Tetangga
Ilustrasi (dok. iNews)

DEPOK, iNews.id - Satu keluarga mengalami penganiayaan oleh orang tak dikenal di Curug Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Akibatnya pasangan suami-istri Sumitro (45) dan Juju (40) tidak sadarkan diri.

Anak Sumitro Fadli (6) dan Fikri (4) juga terluka akibat hantaman benda tumpul di kepala. Penganiayaan tersebut diketahui tetangga usai anak bungsu Sumitro berhasil kabur.

Tetangga korban, Nuradi (49), yang pertama kali mengetahui peristiwa penyerangan itu mengatakan ketika putra bungsu korban berhasil kabur dari lokasi kejadian ke rumahnya sambil meminta tolong. Fikri dengan kondisi wajah pucat dan darah yang terus mengucur dari atas kepala.

"Korban datang ke rumah lari-lari minta tolong katanya ada orang mukulin kita sekeluarga," kata Nuradi tak jauh dari lokasi kejadian, Sabtu (11/1/2020).

BACA JUGA:

Alternatif Wisata Baru di Kuningan: Taman Bunga di Kaki Gunung Ceremai

Satu Keluarga Dianiaya di Depok, Tak Ada Barang Hilang

Fikri meminta pertolongan kepada tetangganya dengan kondisi kepala terluka. Dia berlari mencari pertolongan.

"Tolong, tolong, tolong ayah sama ibu dipukul sama orang enggak kenal di rumah," tutur Nuradi sambil mengingat cerita anak korban Fikri.

Lokasi rumah Sumitro cukup jauh dari tetangga lainnya. Fikri harus berjalan sekitar 50 meter dan menyusuri jalan tanah yang penuh pepohonan.

"Mengetahui hal tersebut, saya sama korban langsung melaporkan ke pamannya yang juga mantan ketua RT setempat dan dilanjutkan lapor ke ketua RT Heri (masih menjabat). Kemudian kami segera mendatangi rumah korban dan melihat korban sudah tidak berdaya," kata Nuradi.

Saat sampai di rumah Sumitro, sang istri ditemukan tengah merintih kesakitan terbaring di atas tempat tidur. Semua korban kini dirawat di RSUD Depok.

"Istri Pak Sumitro meringih kesakitan tidak bisa bergerak di tempat tidur. Sementara ketiga korban lain sudah ditolong sama warga dinaikin mobil dibawa ke RSUD Depok," ucap Nuradi.

Fikri bisa menjelaskan dengan jelas ciri-ciri pelaku. Perawakan pelaku kurus, tanpa penutup wajah dan terdapat tato di tangan kanan pelaku menyerang orang seisi rumah dengan stik golf.

"Orangnya tinggi kurus di tangan kanan ada tato, rambutnya panjang seleher kemudian pakai celana pendek. Kejadiannya pas lagi tidur, bapak dipukul duluan lalu denger ibu teriak aku bangun, pas bangun aku juga dipukul. Dipukul pake stik golf. Enggak tau berapa kali dipukul," kata Nuradi.

Sementara itu, Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo mengatakan masih melakukan penyelidikan atas kasus penganiayaan yang terjadi Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 04.00 WIB. Tidak ada barang yang hilang dari pernyerangan itu.

"Polisi sudah menggelar olah tempat kejadian perkara di rumah korban. Tidak ada barang-barang korban yang hilang di lokasi kejadian," ucap dia.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq