Pengacara Sebut Pemindahan Habib Bahar ke Nusakambangan Berlebihan

Sindonews · Rabu, 20 Mei 2020 - 14:42:00 WIB
Pengacara Sebut Pemindahan Habib Bahar ke Nusakambangan Berlebihan
Habib Bahar bin Smith. (Foto Ist).

BOGOR, iNews.id - Kuasa hukum Habib Bahar, Azis Yanuar menyebut pemindahan kliennya ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah bernuasa kepentingan politik. Pemindahan tersebut juga sangat berlebihan.

"Seperti saya katakan kemarin, treatment terhadap Habib Bahar bin Smith sangat berlebihan dan subjektif. Bahkan sudah sangat menjurus ke arah memanfaatkan untuk kepentingan politik dan menjadi alat untuk mengalihkan isu," kata Azis, Rabu (20/5/2020).

Menurut dia, jika alasan pemindahan karena massa pendukung Habib Bahar melakukan aksi di depan Lapas Gunung Sindur, seharusnya aksi tersebut dipahami. Massa pendukung ingin melihat Habib Bahar diperlakukan dengan baik di Lapas Gunung Sindur.

"Bayangkan saja Rabu (20/5/2020) dini hari baru boleh dilihat setelah dari pagi massa melakukan aksi (di depan Lapas Gunung Sindur)," ucapnya.

Dia menambahkan, pihak lapas tidak mau menerima kritikan, jika aksi massa pendukung Habib Bahar meresahkan. Seharusnya pihak lapas mendengar aspirasi dari masyarakat.

"Ini sangat konyol, arogan dan menunjukkan mental tiran dan mental 'sultan' antikritik bukan malah sebaliknya mental melayani dan pengayoman sebagaimana slogannya," katanya.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah dari Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemindahan Habib Bahar dilakukan pada Selasa (19/5/2020).

Alasan pemindahan itu dengan mempertimbangkan keamanan dan ketertiban. Massa pendukung Habib Bahar juga berkerumun di tengah pandemi corona dan melanggar protokol kesehatan.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti mengatakan massa memaksa ingin mengunjungi Habib Bahar. Mereka juga merusak pagar Lapas Gunung Sindur.

"Simpatisan yang memaksa ingin mengunjungi Habib Bahar, berkerumun berteriak-teriak dan melakukan tindakan provokatif yang menyebabkan perusakan fasilitas negara berupa pagar lembaga pemasyarakatan," kata Rika Aprianti dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).


Editor : Faieq Hidayat