Pendamping PKH Mundur, Dinsos Bandung Barat Ajukan Pengganti ke Kemensos

Adi Haryanto ยท Selasa, 04 Mei 2021 - 18:29:00 WIB
Pendamping PKH Mundur, Dinsos Bandung Barat Ajukan Pengganti ke Kemensos
Kepala Dinas Sosial KBB, Sri Dustirawati, segera mengusulkan pengisisan pendamping PKH yang baru setelah personel sebelumnya mengundurkan diri. (Foto: Dok.MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan mengusulkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) baru ke Kementerian Sosial. Pengajuan ini dikarenakan pendamping sebelumnya ada yang mengundurkan diri sehingga harus segera dilakukan pengisian personel agar tidak mengganggu program yang sedang berjalan. 

"Pendamping PKH yang sebelumnya mengundurkan diri. Kami telah menugaskan kordinator wilayah dan kordinator cabang untuk mengambil alih tugas pendampingan kepada KPM PKH dan pelaku e-warung tetap berjalan," kata Kepala Dinsos KBB, Sri Dustirawati, Selasa (4/5/2021).

Sri menyebutkan, telah menerima pengunduran diri dari pendamping PKH tersebut. Oleh karenanya dalam waktu dekat akan mengusulkan pendamping PKH pengganti ke Kementerian Sosial. 

Hal itu untuk memastikan pendampingan kepada KPM PKH dan pelaku e-warung tetap berjalan "Penggantiannya nanti diusulkan lagi, karena mesti ada proses verifikasi dari Kemensos juga sesuai dengan standarisasi dan kompetensinya," kata Sri. 

Disinggung soal alasan pengunduran diri pendamping PKH itu, Sri tidak menampik jika ada persoalan yang sedang dihadapinya. Yakni dikarenakan ikut menjadi penyedia bahan sembako dalam program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

"Kesimpulan sementara hanya ada pelanggan kode etik karena melanggar surat edaran Kemensos, yang melarang pendamping PKH ikut memasok sembako ke e-warung," ujarnya.

Seperti diketahui Tim Saber Pungli Jabar menduga ada tindakan korupsi oleh oknum pendamping PKH karena terlibat dalam penyedia sembako dalam proyek BPNT. Oknum pendamping PKH itu diduga merangkap sebagai tim pemasaran perusahaan dan menyalurkan sembako yang tidak sesuai standar.

Editor : Asep Supiandi