Pemudik Diminta Waspada, Jalur Pansela Sukabumi-Pangandaran Minim Penerangan dan Rawan Longsor
BANDUNG, iNews.id - Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa Barat menjadi salah satu rute favorit masyarakat untuk mudik Lebaran. Namun, jalur ini masih memiliki sejumlah titik rawan sehingga pemudik diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi minim penerangan dan potensi longsor menjadi perhatian utama petugas terhadap kerawanan jalur tersebut. Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan bersama jajaran Polda Jabar telah meninjau jalur Pansela dari Sukabumi hingga Pangandaran.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono, menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan beberapa titik belum sepenuhnya aman.
“Beberapa lokasi rawan longsor. Bahkan di salah satu titik, kondisi jalan tergerus sekitar sepertiga badan jalan,” ujar Kombes Raydian dikutip dari iNews Bandung Raya.
Dia menyampaikan, instruksi Kapolda Jabar agar segera berkoordinasi dengan Pekerjaan Umum (PU) dan instansi terkait untuk penanganan.
“Jika perbaikan belum dilakukan maksimal, minimal pasang rambu-rambu peringatan di lokasi rawan tersebut,” ucapnya.
Dengan adanya rambu peringatan, pemudik yang melintas dari Jakarta menuju Jawa Tengah diharapkan lebih siap menghadapi kondisi jalur. “Mereka juga bisa meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan,” katanya.
Selain rawan longsor, jalur Pansela juga masih minim penerangan. “Sejak dulu jalur Pansela memang minim penerangan. Ini membuat pemudik enggan melintas di jalur ini,” ujarnya.
Menurutnya, Polda Jabar berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penerangan jalan segera dimaksimalkan sebelum puncak arus mudik dan wisata.
Tak hanya jalur mudik, perhatian juga diberikan pada kawasan wisata yang diprediksi ramai saat libur Lebaran 2026. Kombes Raydian menegaskan bahwa jalur Pansela memiliki destinasi unggulan berskala nasional.
“Pansela ini bukan hanya jalur mudik, tapi juga wisata. Terutama Pangandaran yang telah menjadi destinasi wisata nasional, termasuk di Garut,” katanya.
Seluruh jajaran Polda Jabar diminta bersinergi dengan instansi terkait untuk pengamanan kawasan wisata. “Pengamanan ini tidak hanya soal lalu lintas, tapi juga potensi bahaya atau hazard di lokasi wisata, termasuk pengaturan arus kendaraan dan parkir,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan agar arus lalu lintas tetap lancar serta masyarakat merasa aman dan nyaman. “Tujuan akhirnya agar perjalanan masyarakat lancar dan masyarakat yang berwisata merasa aman dan nyaman,” ucapnya.
Editor: Kurnia Illahi