Pemkot Sukabumi Larang Kendaraan Masuk Jalan Ahmad Yani, Warga Diminta Jalan Kaki

Antara ยท Sabtu, 09 Mei 2020 - 08:42 WIB
Pemkot Sukabumi Larang Kendaraan Masuk Jalan Ahmad Yani, Warga Diminta Jalan Kaki
Kepadatan kendaraan dan warga di Jalan Jendral Ahmad Yani sebelum diberlakukannya penutupan jalan oleh Pemkot Sukabumi, Jabar. (Foto: Antara/Aditya Rohman)

SUKABUMI, iNews.id - Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) akhirnya menutup jalan di pusat perbelanjaan yakni Jalan Ahmad Yani. Seluruh jenis kendaraan tidak diperbolehkan masuk ke kawasan tersebut hanya pejalan kaki saja yang boleh melewatinya.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, langkah ini merupakan hasil evaluasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jabar hari ketiga. Penutupan Jalan Ahmad Yani ini mulai berlaku pada Sabtu, (9/5/200) pukul 00.00 WIB.

"Kami memutuskan untuk melarang seluruh kendaraan masuk ke Jalan Ahmad Yani mulai dari Simpang Royal sampai Kantor BRI. Dengan demikian sepanjang Jalan Ahmad Yani harus steril dari seluruh jenis kendaraan," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di Sukabumi, Jumat (8/5/2020).

Pemkab Sukabumi sudah berkoordinasi dengan petugas keamanan dan instansi terkait mulai dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi untuk segera melakukan penyekatan. Selain Jalan Ahmad Yani, pihaknya juga akan menutup Jalan Palabuhan II, sehingga akses untuk jalan untuk menuju pusat keramaian akan tersekat.

Kebijakan ini diambil untuk mengurangi keramaian dan aktivitas warga selama pelaksanaan PSBB. Namun, untuk toko dan pasar swalayan yang berada di sekitar jalan itu masih diizinkan tetap buka, karena perekonomian harus tetap bergerak di masa-sama sulit seperti ini yakni mewabahnya Covid-19.

Dengan ditutupnya Jalan Ahmad Yani ini tentunya aktivitas warga akan semakin berkurang, apalagi mereka bisa masuk ke jalan itu harus dengan cara berjalan kaki. Warga Kota Sukabumi diharapkan bisa lebih banyak diam di rumah dan keluar hanya untuk hal yang penting seperti membeli kebutuhan pokok dan lainnya serta yang tidak berkepentingan tidak keluar rumah.

"Dengan adanya penyekatan ini mereka yang tidak bekepentingan, khususnya yang tidak berkaitan dengan kebutuhan pokok tidak perlu berbelanja atau tidak perlu keluar rumah," ucapnya.

Di sisi lain, dengan diberlakukannya penutupan Jalan Ahmad Yani ini, Fahmi mengatakan akan berpotensi adanya kantong-kantong parkir baru. Tentunya dia akan melakukan antisipasi dengan menempatkan petugas baik unsur pemerintahan, TNI, Polri dan lainnya.


Editor : Nani Suherni