Pembelajaran Tatap Muka di Bandung Tunggu Izin dan Kesiapan Orang Tua 

Arif Budianto · Senin, 03 Mei 2021 - 12:38:00 WIB
Pembelajaran Tatap Muka di Bandung Tunggu Izin dan Kesiapan Orang Tua 
Para siswa di salah satu SMP sedang mengikuti uji coba belajar tatap muka di Kabupaten Ciamis. (Foto: iNewsTv/Acep Muslim)  

BANDUNG, iNews.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan kesiapan infrastruktur pendukung untuk pembelajaran tatap muka (PTM) di Bandung telah mencapai 100 persen. Kendati begitu, pelaksanaan PTM pada Juli mendatang menunggu izin dan kesiapan para orang tua. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Edy Suparjoto menyatakan, kesiapan infrastruktur untuk SD dan SMP negeri sudah mencapai 100 persen. Sedangkan kesiapan sarana dan prasarana penunjang PTM di sekolah swasta juga sudah mencapai 98 persen.

Meski begitu, Edy menyatakan, penyelenggaraan PTM tetap tergantung izin dan kesiapan para orang tua siswa. Hal itu menjadi prasyarat utama untuk memulai PTM di Kota Bandung.

“Pak Wali sudah mewanti-wanti jangan tergesa-gesa. Dari daftar periksa kita, analisa dengan prinsip 5S yaitu Siap guru, Siap siswa, Siap sarana prasarana, Siap kepala sekolah dan Siap orang tua. Hal penting bagaimana guru dan orang tua memberikan kesiapan apakah secara mental ataupun kondisi kesehatannya,” kata Edy, Senin (3/5/2021). 

Edy menargetkan, pada Mei dan Juni 2021 ini sudah bisa melakukan simulasi PTM. Sehingga gambaran pelaksanaannya semakin terpetakan dan bisa mengevaluasi apabila ada kekurangan yang harus segera diatasi.

Pola pelaksanaan PTM nanti dilaksanakan terbatas. Bukan hanya menyoal kapasitas saja, tetapi juga mata pelajaran. Sejumlah aktivitas juga masih belum diperbolehkan berjalan normal. Semisal, mata pelajaran yang terdapat kontak fisik seperti olahraga masih belum diperbolehkan. Selain itu, kantin sekolah juga belum boleh beroperasi.

“Kita akan mengatur penjadwalan. Jadi tidak boleh lebih dari dua mata pelajaran atau sekitar 4 jam seharinya. Kemudian di-sift dengan jadwal 50 persen. Bisa setengah hadir di kelas kemudian sisanya belajar di rumah, atau satu hari belajar dan besoknya bergantian,” ucapnya.

Editor : Asep Supiandi