get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga Cabai Rawit Merah di Depok Naik Jadi Rp85.000 per Kilogram

Pedasnya Cabai Rawit dan Kedelai Picu Inflasi Jabar di Awal 2021

Senin, 01 Februari 2021 - 15:45:00 WIB
Pedasnya Cabai Rawit dan Kedelai Picu Inflasi Jabar di Awal 2021
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Dyah Anugrah Kuswardhani. Foto: Istimewa

BANDUNG, iNews.id - Cabai rawit dan kedelai menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi di Jawa Barat pada Januari 2021. Dari tujuh kota yang diamati, seluruhnya terjadi inflasi akibat komoditas tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Dyah Anugrah Kuswardhani mengatakan, pada awal 2021, Provinsi Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Penyebabnya, disumbang oleh kenaikan lima komoditas.

"Inflasi Jawa Barat pada Januari 2021 disebabkan komoditas cabai rawit, tempe dan tahu (bahan baku kedelai), jalan tol, nasi dan lauk," kata Dyah di Bandung, Senin (1/2/2021).

Informasi yang dihimpun MNC Portal Indonesia, harga cabai rawit di pasar tradisional di Kota Bandung pada Januari sempat tembus Rp100.000 per kg. Harga tersebut mengalami kenaikan antara Rp30.000 hingga 40.000. Pada keadaan normal, harga pangan tersebut sekitar Rp60.000 per kg. 

"Kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbangkan andil inflasi sebesar 0,05 persen terhadap inflasi gabungan Januari 2021. Adapun komoditas pada kelompok bahan makanan yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai rawit, tempe, tahu mentah, daging sapi, ketimun, brokoli, semangka, buncis, rokok kretek filter, melon, kacang panjang, kangkung," ujar dia.

Selain harga cabai rawit yang cukup pedas, kenaikan harga tahu yang disebabkan kelangkaan kedelai sejak akhir Desember 2020 hingga pertengahan Januari 2021. Kelangkaan bahan baku kedelai membuat produsen menaikkan harga tahu dan tempe. Harga tahu yang biasanya Rp3.500 per bungkus, dijual Rp4.000 per bungkus. 

BPS juga memantau terjadinya penurunan harga komoditas, yang menyebabkan deflasi. Yaitu tomat, jeruk, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras. Telur ayam ras terjadi penurunan harga sangat signifikan. 

Lebih lanjut Dyah menjelaskan, tujuh kota seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sukabumi 0,26 persen. Terkecil di Kota Cirebon 0,08 persen. Lainnya yaitu Kota Bogor 0,19 persen, Kota Bandung 0,10 persen, Kota Bekasi 0,19 persen, Kota Depok 0,14 persen, Kota Tasikmalaya 0,25 persen. 

Editor: Asep Supiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut