get app
inews
Aa Text
Read Next : Pesona Satwa Farm Wisata Edukasi di Cipatat KBB seperti di Film Kartun Shaun The Sheep

Pacu Adrenalin di Sanghyang Kenit Geopark Rajamandala KBB Peninggalan Citarum Purba

Sabtu, 26 Maret 2022 - 21:08:00 WIB
Pacu Adrenalin di Sanghyang Kenit Geopark Rajamandala KBB Peninggalan Citarum Purba
Wisatawan memacu adrenalin dengan arung jeram di objek wisata air Sangyang Kenit, Kampung Cisameng Cipanas, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, KBB. (Foto/Istimewa)

BANDUNG BARAT, iNews - Geopark Rajamandala, di Kabupaten Bandung Barat (KBB), menghadirkan pesona alam yang bisa dinikmati keindahannya. Bahkan dari deretan geopark tersebut ada sejumlah objek wisata air Sanghyang Kenit yang kini sudah banyak dikenal oleh para travellers.

Sanghyang Kenit berlokasi di Kampung Cisameng Cipanas, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, KBB. Objek wisata ini merupakan sebuah destinasi wisata alam yang memadukan aliran Sungai Citarum dan bebatuan stalaktit yang membentuk sebuah gua.

Tidak hanya sebagai ajang untuk wisata, di lokasi Sanghyang Kenit juga kerap dijadikan tempat untuk foto pra wedding, video klip, serta menjadi ajang menantang adrenalin menjelajahi gua dan berarung jeram. Berdasarkan cerita masyarakat sekitar, Sanghyang Kenit merupakan lokasi peninggalan para dewa dan merupakan tempat sakral yang tak kasat mata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanghyang Kenit Dodi Angsapibi mengatakan, Sanghyang Kenit merupakan aliran sungai Citarum Purba yang merupakan salah satu lokasi yang berada di DAS Citarum dan masuk dalam program Citarum Harum. Aliran sungai ini hulunya berada di Cisanti Kabupaten Bandung kemudian sampai ke Waduk Cirata.

"Sanghyang 'Sang' merupakan kata yang dipergunakan untuk menghargai para leluhur jaman dahulu. Sedangkan 'Hyang' merupakan kata Sunda, artinya menyepi, atau kalau sekarang itu dikenal dengan semedi," kata Dodi.

Sementara untuk istilah atau kata 'Kenit', lanjut dia, masyarakat di sini percaya bahwa itu kambing warna hitam yang mempunyai sabuk warna putih melingkar yang dulu disembelih di lokasi Sanghyang ini. 

Hal tersebut dianalogikan dengan batuan gamping batuan putih batu kapur, sementara di lokasi sanghyang lainnya merupakan batu kali yang berwarna hitam. "Maka akhirnya oleh masyarakat lokal di sini disebut sebagai Sanghyang Kenit,” ujarnya.

Sejak dibuka menjadi objek wisata pada akhir tahun 2019, Sanghyang Kenit ternyata mampu menjadi magnet yang membuat pengunjung penasaran untuk datang ke lokasi tersebut. Terlebih akses lokasinya yang paling dekat bisa diakses dibandingkan dengan Sanghyang Poek, Sanghyang Heuleut.

Aliran air dari Sanghyang Kenit kerap dimanfaatkan warga untuk pengairan sawah dan sebagian lagi digunakan untuk kehidupan sehari-hari, seperti mencuci pakaian dan sebagainya. 

Untuk masuk ke Sanghyang Kenit pengunjung dikenakan tiket berbayar sebesar Rp8.000 per orang. Bagi yang ingin berarung jeram biaya perorangnya dikenakan Rp150 ribu sudah termasuk transportasi dan makan dengan minimal 12 peserta.

"Selain arung jeram pengunjung dapat menikmati wisata susur goa dengan berjalan dan mendokumentasikan stalaktit yang ada di dalam gua dari Sanghyang Kenit sampai Sanghyang Tikoro sepanjang sekitar 600 meter," tutur Dodi.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut