Nah Lho, Muncul Klarifikasi di Medsos soal Razia terhadap Pedagang Gula Aren Mak Iyom

Asep Supiandi · Selasa, 10 Agustus 2021 - 16:01:00 WIB
Nah Lho, Muncul Klarifikasi di Medsos soal Razia terhadap Pedagang Gula Aren Mak Iyom
Nenek penjual gula aren yang sempat viral di medsos karena dagangannya disita petugas. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, iNews.id - Sebuah permintaan maaf muncul di Instagram Story terkait kasus penyitaan gula aren milik Mak Iyom oleh oknum petugas di Sukabumi yang sempat viral beberapa waktu lalu. Dalam klarifikasinya, akun @vera.frima mengakui tidak benar razia jika tersebut dilakukan anggota Satpol PP.

"Sebelumnya, saya mohon maaf karna sudah share berita tentang Mak Iyom yang dipostingan sebelumnya saya menyebutkan dirazia oleh Oknum Satpol PP, yang ternyata tidak benar karena tidak dipastikan oknum yang merazia itu siapa. Karena yang bersangkutan (Mak Iyom) hanya menyebutkan "orang berseragam," tulis Vera.Frima dalam akun Instgram Story.

"Kedua, saya baru klarifikasi terkait cerita Mak Iyom, karna rencananya mau menemui Mak Iyom di hari Minggu kemarin untuk memastikan dan menyerahkan donasi," ujarnya lagi.

"Ketiga, beberapa banyak DM mau titip donasi untuk Mak Iyom, tapi maaf saya hanya terima dari teman dekat besok saya share kontak anak atau keluarga Mak Iyom yang buat kalian donasi biar langsung sampe ke Mak Iyomnya," tulisnya lagi.

Klarifikasi itu di tag di akun @sukabumi today hingga mendapat reaksi netizen. Mereka rata-rata menyayangkan aku tersebut tergesa-gesa menyimpulkan oknum petugas yang merazia Mak Iyom adalah adalah Satpol PP.

"Nah kan makanya sebelum share berita di cari tau dlu kebenarannya jng asal ngjudge. emng yg berseragam itu satpol PP doang," tulis deliana_indra94.

"Hanas suudzon ka bapak2 ti satpol pp... hampura ah pak," timpal tenrychichu.

Sebelumnya, Camat Cicantayan Sendi Apriandi menyesalkan peristiwa yang dialami Mak Iyom (55) saat dagangannya disita oknum petugas dan sempat viral. Akan tetapi, dia juga menyesalkan tidak adanya hak jawab atas postingan yang mengaitkan dengan institusi yang dipimpinnya tersebut. 

“Kita coba lakukan klarifikasi, kita cross check ke lapangan, kemudian kita juga sudah inbox ke yang bersangkutan dengan akun resmi Kecamatan Cicantayan. Tapi ternyata akunnya itu tidak memberikan jawaban, baik dari yang bersangkutan maupun dari medianya. Sampai-sampai saat ini kita belum menerima klarifikasi,” ujar Sendi kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: