MUI Sebut Tarawih Supercepat di Indramayu Tak Penuhi Rukun dan Syarat

Arif Budianto ยท Rabu, 14 April 2021 - 12:07:00 WIB
MUI Sebut Tarawih Supercepat di Indramayu Tak Penuhi Rukun dan Syarat
Pelaksanaan salat tarawih super cepat di Masjid Ponpes Alquraniah, Kabupaten Indramayu. (Foto: iNews/Toiskandar)

BANDUNG, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat angkat bicara terkait salat Tarawih di salah satu pesantren di Kabupaten Indramayu yang selesai dalam waktu sekitar 6 menit. Padahal, mereka mengerjakan salat Tarawih 20 rakaat ditambah 3 witir.

"Salah satu syarat salat adalah khusyu dan tumaninah. Sekarang bisa dibayangkan salat 23 rakaat dalam waktu 5 atau 6 menit, dari mana itu bisa khusuk atau bisa tumaninah. Tumaninah itu artinya semua rukun-rukun salat itu bisa terlaksana," kata Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Akhyar kepada MPI, Rabu (14/4/2021).

Selain itu, kata dia, esensi dari Tarawih yaitu tidak hanya sekadar melaksanakan salat, tapi juga harus bisa mengambil pelajaran dari salat yang dikerjakan. Artinya, harus memahami bacaan salat yang sedang dikerjakan.

"itu tidak ada contohnya dari Nabi, bahkan Nabi (Muhammad SAW) kalau melaksanakan salat malam termasuk salat Tarawih itu membaca suratnya panjang-panjang. Kemudian hukum sujudnya juga lama, coba sekarang kita lihat di Mekah, kalau salat 23 rakaat berapa jam," ujar dia.

Dia khawatir, salat Tarawih cepat di Pesantren di Indramayu itu hanya mengikuti yang selama ini sudah turun temurun. 

"Mungkin saja, mungkin, itu tidak berdasarkan dalil-dalil agama hanya berdasarkan kebiasaan kebiasaan adat saja dari orang dulu atau nenek moyangnya. Itu kan gak boleh," ucap dia. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: