Modus Pengobatan, Dukun di Bandung Barat Cabuli Perempuan di Bawah Umur

Yuwono ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 17:45 WIB
Modus Pengobatan, Dukun di Bandung Barat Cabuli Perempuan di Bawah Umur
Pria mengaku dukun di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, ditangkap Unit Reskrim Polsek Cipatat atas dugaan pencabulan anak di bawah umur. Rabu (1/7/2020). (Foto: iNews/Yuwono)

BANDUNG, iNews.id - Seorang pria paruh baya di Kabupaten Bandung Barat harus berurusan dengan polisi karena diduga mencabuli perempuan di bawah umur. Modusnya, tersangka mengaku bisa mengobati gangguan gaib yang menurutnya dialami korban.

Ridwan (50) alias Abah, dikenal sebagai dukun di lingkungan rumahnya di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Ridwan disangkakan telah berbuat cabul terhadap seorang anak perempuan di bawah umur dengan modus pengobatan.

Terungkapnya kasus pencabulan ini setelah korban mengadu kepada orang tuanya yang kemudian melaporkan ke kepolisian setempat. Ridwan lalu ditangkap Unit Reskrim Polsek Cipatat di rumahnya. Polisi juga menemukan barang bukti alat perdukunan dan pakaian korban yang dikubur di dalam tanah.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka pelaku merupakan seorang yang sebelumnya dipercaya oleh keluarga korban mampu mengobati penyakit atau diyakini sebagai gangguan gaib yang dialami anaknya. Namun entah apa yang ada di pikiran Ridwan, pasiennya justru disetubuhi.

“Pelaku dipercaya ahli dalam pengobatan gaib. Mereka (orang tua korban) percaya dengan cara-cara itu, dan tanpa diduga akan terjadi seperti itu,” kata Kapolsek Cipatat, Yana Supyana, Rabu (1/7/2020).

Saat ini jajaran Polsek Cipatat tengah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan baik dari tersangka pelaku maupun warga. Sementara diketahui baru satu korban yang dicabuli tersangka pelaku.

Atas perbuatannya tersangka pelaku dijerat pasal 81 atau 82 UU Nomor 35 tahun 2014, perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman kurungan penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, atau denda maksimal sebesar Rp5 miliar.


Editor : Rangga Permana