Menteri PPPA Resmikan Rumah Aman bagi Korban Kejahatan Asusila di Sumedang

Agus Warsudi ยท Rabu, 19 Januari 2022 - 11:52:00 WIB
Menteri PPPA Resmikan Rumah Aman bagi Korban Kejahatan Asusila di Sumedang
Menteri PPPA Bintang Puspayoga didampingi Kajati Jabar Asep N Mulyana meresmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa di Jatinangor, Sumedang. (Foto: Seksi Penkum Kejati Jabar)

SUMEDANG, iNews.id - Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga meresmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa di Desa Rancamulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (19/1/2022). Rumah aman ini diperuntukkan bagi korban kejahatan asusila dan anak yang mereka lahirkan.

Menteri PPPA mengatakan, mengajak semua pihak menyamakan sudut panjang untuk melindungi anak dan korban tindak pidana asusila. "Semoga ini (rumah aman Simpati Adhyaksa) dapat menjadi inspirasi kepada penegak hukum di Indonesia," kata Menteri PPPA.

Bintang Puspoyoga, sapaan akrab Menteri PPPA menyampaikan, apresiasi tinggi kepada Kajati Jabar Asep N Mulyana atas kepedulian dan inovasinya. Sinergi dan kolaborasi harus terus digaungkan agar menjadi kekuatan dan hasil maksimal. 

"Kajati menjadi JPU dan memberikan tuntutan maksimal bagi pelaku (Herry Wirawan), memperhatikan dan memberikan solusi terbaik bagi korban," ujar Bintang Puspayoga.

Rumah aman ini, tutur Menteri Bintang Puspayoga, sangat dibutuhkan karena memberi rasa aman dan nyaman bagi korban kekerasan anak yang harus mendapat perlindungan. Semua anak tidak hanya tanggung jawab orang tua tapi tanggung jawab kita semua. 

"Anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi bagi masa depan mereka. Regulasi tanpa implementasi tidak akan memberi makna. Komitmen Jaksa Agung sudah luar biasa untuk melakukan pendampingan kepada anak dan perempuan," tutur Bintang. 

Sementara itu, Kajati Jabar Asep N Mulyana mengatakan, Rumah Aman Simpati Adhyaksa merupakan wujud kekompakan, memikirkan tentang keberlanjutan hidup dan masa depan anak-anak korban tindak pidana asusila

"Rumah Aman Simpati Adhyaksa ini mempunyai tagline, Jangan Tinggalkan Nasib  Anak dan Korban. Jika disingkat menjadi Jatinangor," kata Kajati Jabar.

Asep N Mulyana menyatakan, penanganan perkara, baik dalam penyelidikan, penyidikan maupun penuntutan, menjadi salah satu semangat pendorong Kejati Jabar untuk semakin mengembangkan kolaborasi.

"Hal ini untuk memperlihatkan bahwa penegak hukum yang baik tidak semata-mata membuat jera pelaku akan tetapi juga mencegah orang lain berbuat hal sama dengan memberikan tuntutan maksimal kepada pelaku," ujar Asep N Mulyana.

Tidak kalah penting, tutur Kajati Jabar, adalah memikirkan nasib anak-anak yang terkena dampak atau menjadi korban kejahatan asusila. "Kolaborasi menentukan sebuah kesepakatan dan komitmen bersama bagaimana memikirkan masa depan  anak-anak ini termasuk pendidikannya," tutur Kajati Jabar.

Sedangkan Bupati sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, Rumah Aman Simpati Adhyaksa ini diharapkan menjadi pusat rehabilitasi baik anak yang menjadi korban kekerasan maupun anak yang mereka lahirkan. "Di sini mereka diharapkan akan mendapatkan rasa aman, nyaman juga bahagia," kata Bupati sumedang.

Di rumah aman ini, ujar Dony, selain ada fungsi edukasi, juga rekreasi, dan trauma healing. Tujuannya agar anak-anak bisa dilindungi dan dipulihkan kepercayaan diri mereka.

"Acara hari ini merupakan sebuah ikhtiar kita bersama untuk menjaga anak-anak kita agar lebih baik ke depannya, lebih produktif untuk memajukan bangsa dan negara," ujar Dony Ahmad Munir.

Selain Menteri PPPA, hadir pula Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Asep N Mulyana beserta Ketua IAD Wilayah Jawa Barat Sri Asep N Mulyana, Asintel Kejati Jabar Sugeng Hariadi, Aspidum Kejati Jabar IDG Wirajana, Kajari Sumedang Nurmayani, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: