Menkop Teten Motivasi UMKM Indonesia Garap Bisnis Produk Suplai Pasok

Arif Budianto ยท Jumat, 20 November 2020 - 09:43:00 WIB
Menkop Teten Motivasi UMKM Indonesia Garap Bisnis Produk Suplai Pasok
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Foto: Setkab)

BANDUNG, iNews.id - Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki memotivasi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggarap bisnis beragam, seperti produk suplai pasok. Sebab, potensi ekonomi dari bisnis ini sangat besar mencapai Rp1.700 triliun.

Selama ini, kata Menkop UKM, banyak pelaku UMKM yang menggarap bisnis serupa. Padahal, secara potensi, banyak core bisnis lain yang memiliki peluang menghasilkan pundi ekonomi.

"UMKM kita masih banyak yang menggarap bisnis suplai konsumsi. Contoh saja, di Jakarta setiap 100 rumah ada 25 warung. Mestinya kita jangan terlalu nyaman di bisnis makanan saja," kata Teten pada Pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital di Kota Bandung.

Menurut Teten, UMKM di Indonesia belum banyak yang menggarap bisnis produk suplai pasok. Padahal, segmen ini memiliki potensi cukup besar. Misalnya, membuat rangka motor, onderdil mobil, alat kesehatan, pertanian, dan lain-lain.

"Alat kesehatan di kita ini kan masih banyak produk impor. Padahal kan cuman bikin rak, masa kita enggak bisa. Di beberapa negara, potensi ini yang banyak digarap. Mereka cepat bergerak," ujar Teten.

Pelaku usaha di Indonesia yang bergerak di suplai pasok masih minim, tutur Menkop, tetapi sudah mulai bermunculan. Terutama produk custom motor. Bahkan, ada rangka motor yang sudah dilirik negara lain.

Secara potensi, tutur mantan Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW) ini, Indonesia memiliki market cukup besar. Pada 2025, potensi pasar digital diperkirakan mencapai Rp1.700 Triliun. Potensi ini mestinya bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Diberitakan sebelumnya, Menkop UKM Teten Masduki mendorong koperasi di Indonesia segera bertransportasi digital. Tujuannya agar koperasi mampu bersaing dalam kondisi ekonomi saat ini.

Sejak teknologi digital berkembang pesat, koperasi yang masuk dalam ekosistem ini masih sangat rendah. Tercatat baru sekitar 906 koperasi atau 0,73 persen dari 123.000 koperasi aktif di Indonesia yang memanfaatkan teknologi digital.

“Transformasi koperasi ke teknologi digital harus kita lakukan. Sekarang adalah era digital, kita tidak mungkin keluar dari era ini. Semua sekarang sudah terhubung dalam ekosistem digital,” kata Menkop UKM dalam Pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital di Kota Bandung, Kamis (19/11/2020).

Apalagi, ujar dia, nilai digital ekonomi Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Pada 2025, nilai digital ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai Rp1.700 triliun.

Nilai pasar digital ini, ujar Teten, harus dimanfaatkan oleh koperasi dan UMKM dari dalam negeri, kalau tidak akan diserbu oleh produk dari luar.

Digitalisasi koperasi menjadi instrumen untuk meningkatkan pelayanan, transparansi dan akuntabilitas sehingga masyarakat yang menjadi anggota dapat terlayani optimal, sekaligus meningkatkan kepercayaan.

“Saat ini harus diakui koperasi masih dianggap jadul (zaman dulu), tidak modern, layanan lambat, dan akuntabilitas buruk. Ini momentum kita membalik stigma itu, koperasi bisa tampil lebih hebat dari korporasi. Koperasi bisa menghadirkan kesejahteraan lebih baik,” ujar Teten.

Editor : Agus Warsudi