get app
inews
Aa Text
Read Next : Dedi Mulyadi Turun Tangan, Minta Penyapu Koin Hentikan Aktivitas selama Mudik

Mengenal Gubernur Jawa Barat dari Masa ke Masa

Kamis, 06 September 2018 - 06:23:00 WIB
Mengenal Gubernur Jawa Barat dari Masa ke Masa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan istrinya Atalia Praratya. (Foto: twitter @ridwankamil)

BANDUNG, iNews.id - Radiogram milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat (Jabar) berdering pada Selasa pukul 13.00 WIB. Satu pesan yang mengantarkan sebuah tanggung jawab besar telah dimulai.

Ridwan Kamil yang saat itu tengah bertugas membereskan pekerjaan rumah Kota Bandung pun, diam terduduk. Ia harus segera berkemas untuk pergi ke Jakarta memenuhi panggilan negara.

Tak memiliki waktu panjang, ia hanya berpamitan dengan kepala dinas di lingkungan Pemkot Bandung. Tangis haru perpisahan menyelimuti balai kota, tanda bahwa kepemimpinannya sebagai Wali Kota Bandung, berakhir.

Presiden Joko Widodo melantik sembilan gubernur, di mana satu diantaranya adalah Ridwan Kamil pada Rabu (5/9/2018) pagi. Jalan Arsitektur telah membawanya menuju pintu gerbang Gedung Pakuan. Mimpi yang tidak pernah ia terpikirkan sebelumnya bisa menjadi orang nomor satu di Jabar.

Ridwan Kamil resmi menjadi Gubernur Jabar setelah menang dalam pemilu dan menggantikan Ahmad Heryawan yang telah menjabat selama 10 tahun atau dua periode terhitung sejak 2008 hingga 2018.

Pria yang akrab disapa Emil ini menjadi Gubernur ke-16 Jabar. Namanya kini mengisi deretan tinta emas kepemimpinan Gedung Sate. Jika ditarik ke belakang, kursi kepemimpinan Jabar diisi dari berbagai macam kalangan dan latar belakang.

Adapun Gubernur Jabar dari masa ke masa sebagai berikut:

1. Mas Sutarjo Kertohadikusumo (18 Agustus 1945-Desember 1945)

Mas Sutarjo Kertohadikusumo menjadi gubernur Jabar pertama. Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945, daerah Jabar saat itu menjadi daerah otonom provinsi. Sekalipun ia merupakan gubernur Jabar, namun tidak berkantor di Bandung, melainkan di Jakarta.

Sutardjo merupakan tokoh nasional yaitu anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Ia juga penggagas Petisi Sutarjo. Petisi ini diajukan pada 15 Juli 1936, kepada Ratu Wihelmia serta parlemen Belanda. Petisi ini diajukan karena ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan politik Gubernur Jenderal De Jonge.

Editor: Muhammad Saiful Hadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut