Majalengka Disebut Zona Merah Covid-19, Bupati Karna: Kami Hampir Tak Percaya

Inin nastain · Rabu, 12 Mei 2021 - 19:37:00 WIB
Majalengka Disebut Zona Merah Covid-19, Bupati Karna: Kami Hampir Tak Percaya
Bupati Majalengka Karna Sobahi hampir tak percaya kabupatennya disebut masuk zona merah Covid-19. (Foto: iNews.id/M Zeni).

MAJALENGKA, iNews.id - Bupati Majalengka Karna Sobahi menunggu penjelasan dari Pemprov Jabar soal disebutnya Majalengka menjadi kabupaten di Jawa yang berstatus zona merah Covid-19

"Dengan ditetapkannya zona merah di Kabupaten Majalengka, kami hampir tidak percaya. Karena kami punya data hariannya," kata Karna, Rabu (12/5/2021).

Dari hasil konsultasinya dengan Pemprov Jabar, kata dia, adanya kesalahan memasukan angka disinyalir jadi pemicu ditetapkannya Majalengka sebagai zona merah di Jawa. Untuk pembanding, Karna akan mengirimkan data kasus kepada Gubernur Ridwan Kamil.

"Saya bertanya ke pihak atas, dasarnya apa Majalengka jadi zona merah. Katanya mungkin ada delay data. Makanya kita kirim surat ke Gubernur," ujar dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, pada periode Mei awal, sebelum mencuat kabar Majalengka jadi satu-satunya kabupaten di Pulau Jawa yang zona merah, kasus Covid-19 di Majalengka terbilang tidak terlalu menonjol. Dalam kurun waktu 10 hari itu, terdapat delapan orang meninggal. 

"Yang positif baru, di 330 desa hanya 87. Ruang isolasi dari 77, yang dipakai cuma 15. Sembuh mendekati 119 orang. Saya juga bingung, lonjakannya di mana," ujar dia.

Kendati demikian, Karna mengaku tidak akan melayangkan surat protes atas munculnya data yang menyebutkan Majalengka jadi satu-satunya daerah zona merah di Jawa. Karna mengaku memilih menyodorkan data yang dimiliki, hasil kajian dari tim satgas kabupaten. "Tidak protes, hanya meluruskan laporan saja," kata dia.

Meskipun kaget, Karna mengaku ada hikmah yang bisa diambil dari munculnya informasi itu. Status Majalengka sebagai zona merah, bisa membuat orang luar daerah berfikir dua kali untuk datang ke Majalengka.

Dengan demikian akan lebih mudah memastikan jaga jarak dan tidak berkerumun. "Dari status yang sudah beredar itu, jadi motivasi kami untuk tetap waspada," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: