Longsor Terjang Cianjur, Puluhan KK Mengungsi ke Madrasah

Antara ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 18:48:00 WIB
Longsor Terjang Cianjur, Puluhan KK Mengungsi ke Madrasah
Lokasi tanah longsor di Cianjur. (Foto Antara).

CIANJUR, iNews.id - Tanah longsor terjadi di Kampung Tegal Jambu, Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya puluhan kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke madrasah.

Kapolsek Campaka, AKP Tio mengatakan hujan lebat dengan intensitas tinggi membuat tebing yang terletak di belakang perkampungan warga longsor dan menimbun bagian belakang rumah warga. Sebanyak lima rumah warga rusak dan belasan rumah lainnya terancam rusak.

"Warga yang sempat melihat tanda akan terjadi longsor memberitahukan pada warga lainnya untuk waspada dan segera mengungsi karena pergerakan tanah tebing sempat terjadi, sebelum longsor menghantam perkampungan," katanya di Cianjur, Rabu (3/6/2020).

Kejadian longsor itu tidak menimbulkan korban karena sebagian besar warga sudah mengungsi. Mereka sempat melihat tanda akan terjadi longsor.

Warga yang mendapat imbauan dari aparat dan warga setempat langsung mengungsi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Peristiwa longsor itu bermula tebing setinggi 20 meter ambruk dan menghantam lima rumah warga rusak berat di bagian belakang. Selain itu, 16 rumah lainnya terancam rusak, sehingga pemilik dan anggota keluarganya mengungsi.

Atas kejadian itu, aparat setempat langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Campaka dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur.

Petugas gabungan yang datang ke lokasi, langsung mengevakuasi warga ke tempat aman guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Warga yang terdampak dan terancam longsor, langsung kami evakuasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Hingga saat ini, kami masih melakukan pendataan rumah yang rusak dan belasan lainnya yang terancam longsor. Jumlah warga yang mengungsi hingga sore ini tercatat 22 KK dengan 68 jiwa," kata Tio.

Sementara itu, saksi mata Soleh mengatakan longsor yang terjadi setelah hujan deras turun selama dua jam, sehingga menyebabkan tebing setinggi 20 meter di belakang perkampungan longsor, menimbun bagian belakang lima rumah warga.

"Saya sempat melintas di bawah tebing sebelum longsor bersama warga lainnya usai bekerja di ladang. Saat itu, kami merasakan pergerakan tanah yang cukup keras, sehingga kami imbau warga untuk waspada dan segera mengungsi. Selang beberapa puluh menit longsor terjadi, beruntung warga sudah berada di tempat aman," katanya.

Hingga saat ini, puluhan KK memilih bertahan di pengungsian karena takut longsor susulan setiap saat dapat terjadi, ditambah intensitas hujan sejak beberapa hari terakhir masih tinggi.

Editor : Faieq Hidayat