Bawa 7 Orang Pemudik ke Jakarta, Taksi Gelap di Cianjur Diamankan Polisi

Antara ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 08:20 WIB
Bawa 7 Orang Pemudik ke Jakarta, Taksi Gelap di Cianjur Diamankan Polisi
Taksi gelap bernopol B 185 TON yang dikemudikan warga Tanggerang-Banten diamankan petugas Satlantas Polres Cianjur. (Foto Antara).

CIANJUR, iNews.id - Satlantas Polres Cianjur, Jawa Barat, mengamankan satu unit taksi gelap berpenumpang pemudik yang hendak kembali ke Jakarta. Sebanyak 7 orang penumpang dikembalikan ke kampung halamannya karena tidak mengantongi surat izin keluar masuk (SIKM).

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Ricky Adipratama mengaku mendapat informasi dari media sosial terkait perjalanan taksi gelap yang mencari penumpang tujuan Jabodetabek dari berbagai wilayah di Cianjur utara.

"Sopir melakukan tayangan langsung di media sosial facebook, sehingga kami dengan mudah memantau perjalanan taksi gelap yang menyusuri jalan perkampungan untuk menghindari penyekatan di jalur utama Cianjur," katanya, Senin (1/6/2020) malam.

Mendekati wilayah perkotaan tepatnya di Jalan Raya Cianjur-Cipanas, taksi gelap bernopol B 185 TON yang dikemudikan RMA (35) asal warga Jalan Masjid Allatif, Kecamatan Tangerang Selatan Kota, Tangerang Selatan-Banten, langsung dihentikan petugas.

Didapati di dalam minibus tersebut, tujuh orang pemudik dengan tujuan Jakarta dan Tanggerang, setelah dilakukan pemeriksaan identitas dan diminta menunjukkan SIKM. Namun mereka tidak dapat menunjukkannya, sehingga dipulangkan ke kampungnya masing-masing.

"Tujuh orang penumpang dikembalikan ke kampung asalnya. Sedangkan supir dikenakan tilang dan kendaraannya diamankan di Mapolres Cianjur," katanya.

Hingga saat ini, petugas memperketat pemeriksaan kendaraan dengan tujuan luar kota guna menjaring pemudik yang memaksa untuk kembali ke perantauan terutama Jakarta. Sebab imbauan pemerintah agar pemudik tidak dulu kembali ke Jakarta untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Kami akan melakukan hal yang sama terhadap taksi gelap berpenumpang pemudik dengan tujuan Jakarta. Masih banyak yang beroperasi dengan menyusuri jalan perkampungan untuk lolos dari pemeriksaan petugas," katanya.


Editor : Faieq Hidayat