Kronologis Pemukulan Oknum Guru SMA Negeri 12 Bekasi ke Siswa

Rahmat Hidayat ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 12:51 WIB
Kronologis Pemukulan Oknum Guru SMA Negeri 12 Bekasi ke Siswa
SMA Negeri 12 Bekasi Ramah Anak, Kamis (13/2/2020) (Foto:iNews/ Rahamt Hidayat)

BEKASI, iNews.id - Beredar video berdurasi 14 detik yang memperlihatkan pemukulan oknum guru SMA Negeri 12 Bekasi, Kranji, Bekasi Barat, kepada siswanya. Video tersebut diunggah di media sosial dan menjadi viral.

Lokasi pemukulan berada di lapangan sekolah yang memperlihatkan siswa pria duduk, sementara siswa perempuan berdiri. Kejadian itu terjadi pada Selasa (11/2/2020) pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB.

Penyebab pemukulan, ada 172 siswa yang seharusnya mengikuti apel pukul 06.45 telat. Siswa tersebut terdiri dari 100 siswa perempuan dan 72 siswa laki-laki.

"Memang pada awalnya, terjadi karena keterlambatan siswa sangat banyak. Sejumlah 172 siswa, 100 siswa perempuan dan 72 laki-laki." kata Wakil Kepala Bidang Humas SMA Negeri 12 Bekasi Irnatiqoh, Kamis (13/2/2020).

Pada saat itu, guru melakukan pemeriksaan kelengkapan seragam sekolah. Diketahui ada lima anak yaitu MFA, PGP, MRN, WS, AVY, dan DZ yag tidak menggunakan ikat pinggang.

Awalnya, oknum guru yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan tersebut tidak terlibat dalam mendisiplinkan siswa. Namun, karena banyak yang telat oknum guru ikut terlibat mendisiplinkan siswa.

Atas peristiwa tersebut, salah satu siswa berinisial RF (17) mengadu kepada pamannya, karena menjadi korban kekerasan.

Setelah pulang sekolah, keponakannya mengeluhkan sakit di bagian pundak ke orang tuanya, berinisial ST. Setelah ditanyakan baru RF menceritakan kondisi sebenarnya.

Selain mengalami memar di bagian pundak, kancing baju sekolahnya juga sobek diduga karena tarikan guru tersebut.

Pihak keluarga RF melaporkan kejadian ini kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bekasi.

Irna mengakui oknum guru tersebut merupakan sosok yang sangat tempramen. Dia mengatakan kejadian kekerasan terhadap siswa itu bukan yang pertama kalinya terjadi.

"Memang beliau sangat tempramen, sikap tempramen mungkin karena ingin kedisiplinan bisa ditegakkan," katanya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 12 Bekasi yang berinisial I sudah dicopot dari jabatannya. Oknum guru tersebut merupakan pelaku pemukulan terhadap siswa yang viral di media sosial.

"Sekolah juga sudah melakukan ke guru itu untuk non aktif," katanya.

Irna meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia mengakui, perbuatan I sudah menyalahi aturan.

"Pertama kami minta maaf, menyayangkan apa yang menimpa di sekolah kami," ucapnya.

Irna menilai sebagian siswa masih sakit hati atas perlakuan guru. Dia juga sudah melakukan pemanggilan ke orang tua untuk meminta maaf.

"Secara psikologis , mungkin sakit hari, melakukan tindakan kecil mereka anggap sepele. Tapi kenapa seperti itu," ujarnya.

Irna mengatakan sekolahnya selalu mengedepankan span santun. Dia berharap kejadian itu tidak terulang lagi.

"Sekolah ini sangat mengedepankan sopan santun," katanya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq