Kronologi Siswa SMA di Bandung Bunuh Pacar, Cemburu karena Korban Punya Kekasih Lain

Saufat Endrawan ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:18 WIB
Kronologi Siswa SMA di Bandung Bunuh Pacar, Cemburu karena Korban Punya Kekasih Lain
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan memaparkan kasus pembunuhan oleh siswa SMA di Kabupaten Bandung, Jabar, Kamis (6/8/2020). (Foto: iNews/Saufat Endrawan)

BANDUNG, iNews.idPembunuhan yang dilakukan siswa SMA berinisial MRSN (18), terhadap pacarnya PA (18), di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), terbilang sadis. Pelaku tega menjerat leher korban dengan tali rafia setelah keduanya berhubungan badan, lalu mayatnya dimasukkan dalam karung dan ditinggalkan begitu saja di indekos.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, pelaku membunuh korban karena cemburu setelah mengetahui sang pacar ternyata punya pacar lain. Pelaku yang dibakar cemburu spontan berkeinginan untuk membunuh korban.

“Adapun kronologinya, anak berhadapan dengan hukum ini dengan anak korban ini punya hubungan pacaran. Ternyata korban perempuan mempunyai pacar lain,” kata Kapolresta Bandung saat pemaparan kasus di Mapolresta Bandung, Kamis (6/8/2020).

Hendra mengatakan, Rabu kemarin (6/8/2020), sekitar jam 17.00 WIB, korban mendatangi pelaku di indekosnya Jalan Cempaka, Kampung Babakan Sukarasa RT 03/11, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (6/8/2020). Keduanya lalu berhubungan badan. Setelah berhubungan badan, si pelaku cemburu karena mengetahui korban mempunyai pacar lain yang fotonya diposting di media sosial.

“Secara spontan, anak berhadapan dengan hukum ini menemukan tali dan secara spontan membunuh korban dengan menjerat lehernya menggunakan tali. Mayatnya lalu dimasukkan dalam karung,” katanya.

Pelaku lalu pergi keluar, meninggalkan karung berisi mayat korban begitu saja di rumah kontrakan. Saat pulang ke rumah, pelaku bertemu dengan ibu kandungnya. Sang ibu lalu menanyakan isi karung tersebut.

“Si ibu ini nanya, ada apa isi karung ini. Baru si anak ini bercerita bahwa dia baru selesai menghabisi nyawa pacarnya. Anak ini lalu menyerahkan diri ke Mapolsek Rancaekek,” ujarnya.

Kapolresta mengatakan, siswa SMA tersebut dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan. Kemudian, Pasal 80, 81, dan 82 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.

“Jadi pertama pembunuhan, kemudian melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur, ancamannya minimal hukuman 5 tahun dan 15 tahun. Kemudian melakukan pencabulan. Kalau pencabulan otomatis akan masuk ke pasal persetubuhan. Ancaman hukumannya juga sama,” katanya.


Editor : Maria Christina