Kopontren Al-Ittifaq Terapkan Skema Pre-Financing, Patut Ditiru Koperasi Lain
"Karena dari segi pupuknya naik, maka kebutuhan juga naik. Kami melakukan arahan dari Kopontren Al-Ittifaq dengan menerapkan intergated farming system, sehingga mampu menghasilkan pupuk sendiri untuk tanaman," tuturnya.
Senada, Anggota dan alumni Kopontren Al-Ittifaq, Yanti, telah melakukan kerja sama sejak 2010. Diaa membangun koperasi khusus penyuplai sayuran dengan dibantu pinjaman dana dari LPDB-KUMKM dan memperoleh green house untuk menghasilkan sayuran yang semula hanya dua jenis yaitu kangkung dan kacang panjang, bertambah seperti timun, tomat, hingga bumbur dapur seperti kuncit, lengkuas, dan kencur.
"Karena kami belum bisa menghasilkan pupuk sendiri jadi masih beli. Kami membutuhkan infrastruktur tambahan, dan pelatihan bagi kelompok tani untuk belajar dengan lahan sama bisa menghasilkan produk berlimpah," ujarnya.
Menanggapi pernyataan dari para petani, Presiden Jokowi mengatakan, konsep pertanian yang berangkatnya tidak dari produksi, tapi berangkatnya dari permintaan pasar, memiliki manfaat besar yang kemudian diproduksi di sekitar pondok pesantren, dan membuka jalan bagi para petani.
"Kesulitan yang diminta tadi KemenKopUKM bersama Bank Indonesia (BI) mohon bisa dibantu, Medco juga diharapkan membantu. MenKopUKM membantu dari sisi pembiayaan. Ini bukan masalah modal atau uang, tapi masalah manajemen. Dipinjami uang berapa pun bisa dilakukan tapi kalau manajemennya kurang baik baru berapa tahun sudah tutup. Saya berharap konsep matang ini bisa dilakukan atau ditiru di semua koperasi, induk saja sampai berhasil," kata Presiden Jokowi.
Editor: Asep Supiandi