get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemendagri Dorong ASN di Pemda Bina Pembangunan Desa

Kontestasi Calon Sekda Kabupaten Bandung Makin Sengit, Pakar Bilang Begini

Selasa, 08 Juni 2021 - 15:51:00 WIB
Kontestasi Calon Sekda Kabupaten Bandung Makin Sengit, Pakar Bilang Begini
Pakar hukum tata negara dan pemerintahan Unpar Bandung Asep Warlan Yusuf. (Foto: Dokumentasi SINDO)

BANDUNG, iNews.id - Pelaksanaan lelang terbuka atau open bidding jabatan tinggi pratama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung mendapat perhatian besar dari masyarakat. Setelah menjalani sejumlah tahapan seleksi, 10 nama kandidat calon Sekda Kabupaten Bandung yang bersaing ketat kini tinggal menunggu hasil seleksi. 

Dari 10 nama, panitia seleksi (pansel) akan mengerucutkan menjadi tiga nama sebelum direkomendasikan kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna. 

Pakar Hukum dan Pemerintahan Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf menyatakan, setidaknya terdapat lima kriteria yang dapat dijadikan landasan dalam penentuan hasil seleksi open bidding tersebut. 

Kriteria pertama, yakni kompetensi. Asep menyebut, calon sekda harus memiliki kompetensi manajerial, kepemimpinan, teknis, hingga birokrasi. 

"Kedua, integritas yang menurut hemat saya pasti harus menjadi prioritas. Kalau kompetensi relatif, tapi kalau tidak punya integritas jadi masalah," kata Asep, Selasa (8/6/2021). 

Menurutnya, seorang sekda harus jujur dan bersih tanpa intervensi. Bahkan, sekda harus mampu mengedepankan independensi. Pasalnya, jabatan sekda sudah berbau politis. 

"Jabatan sekda tidak bisa dipermainkan secara politik karena jabatan eselon 2 sudah berbau politis, maka integritas dan independensi sangat penting," ujarnya. 

Kriteria ketiga, lanjut Asep, seorang calon sekda harus memiliki jejaring yang luas dan dekat dengan masyarakat hingga tokoh-tokoh politik di daerahnya karena sekda pun dituntut mampu menerjemahkan visi misi kepala daerah sebagai pimpinannya. 

"Oleh karenanya, sebagai kriteria keempat, seorang sekda juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sekda harus mampu berkoordinasi dan bersinergi dengan pimpinan daerah. Jadi, harus mampu berkomunikasi, baik dengan pihak eksekutif maupun legislatif," tutur Asep. 


Kriteria terakhir, kata Asep, sekda harus mampu melayani dan mengayomi masyarakat sebagai bagian upaya mewujudkan visi dan misi kepala daerah. Bahkan, Asep menegaskan, calon sekda tidak layak terpilih jika tidak memiliki kriteria tersebut, meski kriteria lainnya terpenuhi. 

"Kudu nyaah (sayang) kepada masyarakat Kabupaten Bandung, melayani, mengayomi. Kalau jaringan luas, tapi tidak mampu melayani masyarakat, ya harus ditolak," katanya. 

Dia menekankan, kriteria terakhir tersebut umumnya dimiliki oleh putra daerah. Pasalnya, kata Asep, putra daerah tidak mungkin menghendaki namanya tercoreng di daerahnya sendiri. Bahkan, Asep menyebut, status putra daerah menjadi nilai lebih dalam pelaksanaan open bidding ini.

"Bagi saya, (putra daerah) punya poin lebih karena dia tidak mungkin mau dirugikan jabatan dia untuk merusak lemah cai (daerahnya) sendiri. Meski tidak mutlak, itu naluri alamiah," kata Asep. 

Status putra daerah tak harus melekat pada aparatur sipil negara (ASN) yang berdinas di Kabupaten Bandung semata. Di mana pun dia bertugas, kata Asep, calon sekda berstatus putra daerah tetap memiliki nilai lebih. 

"Tidak melihat penugasan di mana, namanya open kan terbuka, lelang dari mana saja boleh, asal memenuhi syarat," ucapnya. 

Sebelumnya diberitakan, sebulan setelah dilantik Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Bupati Bandung, Dadang Supriatna menggelar open bidding atau lelang jabatan sekda Kabupaten Bandung.

Pansel open bidding calon sekda Kabupaten Bandung mengumumkan, terdapat 11 nama pelamar yang sudah melengkapi persyaratan hingga batas akhir pendaftaran, Jumat (21/5/2021) pukul 23.59 WIB. 


Selanjutnya, pansel akan melakukan seleksi administrasi pada 24-25 Mei 2021 mendatang. Lalu hasil seleksi administrasi akan diumumkan pansel pada 25 Mei 2021 melalui laman seleksijpt.bandungkab.go.id.

"Ada 12 bakal calon sekda Kabupaten Bandung sudah resmi mendaftar melalui online yang diselenggarakan BKPSDM Kabupaten Bandung. Selamat berjuang, Kabupaten Bandung Bedas," ujar Dadang Supriatna dalam keterangannya, Senin (24/5/2021). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari 12 nama pelamar yang mendaftar, hanya 11 orang yang melengkapi berkas persyaratan dan seorang lagi yang bernama Yadi Mulyadi tidak melengkapi berkas pendaftaran yang disyaratkan pansel.

Pansel open bidding jabatan tinggi pratama calon sekda melalui surat nomor 4/PANSEL/2020 mengumumkan bahwa hingga pendaftaran ditutup, hanya 11 pelamar yang telah melengkapi persyaratan. 

Namun, dari 11 nama pelamar, 8 orang di antaranya muka-muka lama yang merupakan pejabat kepercayaan era Bupati Dadang Naser, sedangkan sisanya wajah-wajah fresh yang berasal dari luar lingkungan Pemkab Bandung. 

Editor: Asep Supiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut