Kondisi Anak 7 Tahun yang Disiksa Ibu Tiri di Subang Membaik

Yudy Heryawan Juanda ยท Rabu, 24 Januari 2018 - 00:00 WIB
Kondisi Anak 7 Tahun yang Disiksa Ibu Tiri di Subang Membaik
FS bermain-main di halaman rumahnya di Subang, Jabar. (Foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id – Kondisi anak berusia tujuh tahun yang menjadi korban penyiksaan ibu tiri di Subang, Jawa Barat (Jabar), semakin membaik. FR yang mengalami luka di sekujur tubuh akibat dianiaya ibu tirinya MB mulai ceria kembali setelah sebelumnya sering murung akibat menahan sakit di sekujur tubuhnya.

Keceriaan FR terlihat ketika bermain mobil-mobilan di depan rumahnya di Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Subang. Dia seakan sudah lupa baru saja dianiaya oleh ibu tirinya. Dari hasil pemeriksaan, telinga kanannya tidak bisa mendengar karena tusukan benda tajam dan di kemaluannya ada luka. Di punggung dan di dadanya juga ditemukan bekas cakaran dari ibu tiri.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Subang AKBP Muhammad Joni memaparkan, saat ini, pelaku penganiayaan MB, ditahan di Mapolres Subang dan masih dalam penanganan Satreskrim Polres Subang. "Kami berencana melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku untuk mengetahui kondisi kejiwaannya sehingga tega menganiaya putranya," kata Muhammad Joni, Selasa (23/1/2018).

Pelaku sebelumnya mengaku tega menganiaya anak tirinya karena bandel dan sering ketahuan mencuri uang ayahnya dan teman sekolahnya. Namun dari hasil penyelidikan polisi, baik ayah korban maupun pihak sekolah tidak membenarkan korban pernah melakukan pencurian.
 
Kekerasan yang dilakukan ibu tiri terhadap FR terungkap ketika korban sedang belajar mengaji. Gurunya curiga karena FR yang dikenal periang tiba-tiba sering murung. Bahkan, anak itu sempat menangis akibat menahan kesakitan. “Setelah ditanyai, dia (FR) akhirnya mengaku sering dianiaya oleh ibu tirinya. Saya pun melaporkannya ke ayahnya,” kata Yuyun, guru mengaji.

Sementara US, ayah FR, tidak menyangka istrinya tega melakukan penganiayaan terhadap putranya. Selama ini di hadapan US, istri yang dinikahinya dua tahun lalu itu terlihat sangat baik dalam mengurus anaknya. Bahkan, sang istri terlihat tidak pernah membedakan antara anak kandung dan dan juga anak kandung. “Saya berharap agar dia (MB) mendapatkan hukuman seberat-beratnya,” kata US.

Di mata para tetangga, pelaku, MB dikenal baik meskipun hanya baru tinggal selama lima bulan di lingkungan rumahnya di Desa Cicadas. Pelaku sering bersosialisasi dengan tetangga, bahkan sambil mengasuh korban dan anak kandungnya. Para tetangga pun terkejut ketika mendengar pelaku tega menganiaya anak tirinya.

“Iya, dia baik selama ini. Kami antara percaya dan enggak percaya dia menganiaya anaknya,” kata Cicih, tetangga pelaku.

“Kami lihat setiap hari, sepertinya mereka akur-akur aja. Kami enggak tahu ternyata dia menganiaya anaknya, kan di dalam rumahnya,” kata Sabyo, tetangga pelaku.

Setelah ketahuan menganiaya anak tirinya, pelaku sempat melarikan diri ke rumah orang tuanya di Cilole, Kabupaten Bandung Barat. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku meringkuk di sel tahanan Polres Subang dan terancam hukuman penjara selama 15 tahun.


Editor : Maria Christina