Kereta Cepat Gunakan Sistem Persinyalan GSM-R untuk Dukung Kecepatan 350 Km per Jam

Agung Bakti Sarasa · Kamis, 23 September 2021 - 11:59:00 WIB
Kereta Cepat Gunakan Sistem Persinyalan GSM-R untuk Dukung Kecepatan 350 Km per Jam
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dikebut, salah satunya menyiapkan sistem persinyalan berteknologi GSM-R. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Proyek Kereta Cepat-Jakarta Bandung terus dikebut, baik dari sisi kontruksi maupun persiapan operation maintenance. Salah satu persiapan di dalamanya dengan menyiapkan sistem persinyalan yang menjadi salah satu kunci safety operation.

Manager Technical Design PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Indra Yulianto menyebutkan, untuk sistem persinyalan,  Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan teknologi GSM-R sebagai teknologi transmisi data (train control data) mengadopsi teknologi yang dipakai di China Railway.

China Railway saat ini menggunakan sistem persinyalan CTCS-2 dan CTCS-3/GSM-R untuk mendukung pengoperasian jalur kereta api cepat sepanjang 37.900 kilometer. CTCS-2 digunakan untuk mendukung pengoperasian kereta api cepat dengan kecepatan maksimum 300 km/jam dan CTCS-3/GSM-R dengan kecepatan maksimum 350 km/jam.

Menurut Indra, teknologi ini dipilih karena GSM-R sudah proven dari sisi keselamatan dan dioperasikan banyak operator kereta api cepat di dunia, seperti di negara-negara Eropa, China, Arab Saudi, dan Maroko.

Selain itu, teknologi ini juga termasuk teknologi yang stabil dan sudah terstandardisasi oleh UIC atau International Union of Railways (Uni Kereta Api Internasional). Artinya, teknologi CTCS-3/GSM-R masih akan diandalkan oleh sebagian besar operator kereta api cepat di dunia dalam masa sekarang dan yang akan datang.

"Teknologi GSM-R ini adalah yang paling mapan dan sudah terbukti dari berbagai sisi untuk digunakan pada kereta api cepat, terutama dari sisi keamanan. Teknologi ini stabil dari sisi proteksi terhadap interferensi frekuensi," kata Indra dalam keterangannya, Kamis (23/9/2021). 

Adapun teknologi lainnya yang berbasiskan LTE, tambah Indra, sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan. 

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: